Sumatera Selatan

PNSB Satukan 71 Paguyuban, Dorong Sumsel Tetap Guyub dan Zero Conflict

×

PNSB Satukan 71 Paguyuban, Dorong Sumsel Tetap Guyub dan Zero Conflict

Sebarkan artikel ini
PNSB Satukan 71 Paguyuban, Dorong Sumsel Tetap Guyub dan Zero Conflict
Rapat perdana sekaligus silaturahmi pengurus Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) masa bakti 2026–2031, Kamis, 3 September 2026. | Ist

Potensinews.id — Semangat merajut keberagaman dan memperkuat persatuan menggema dalam rapat perdana sekaligus silaturahmi pengurus Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) masa bakti 2026–2031, Kamis, 3 September 2026.

Mengusung tema “Merajut Keberagaman, Bangun Negeri Guyub Rukun Bersatu”, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi PNSB untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan berbagai paguyuban dari beragam latar belakang suku dan daerah yang ada di Sumatera Selatan.

Ketua Umum PNSB Nazaruddin mengatakan, rapat perdana ini menjadi bagian dari proses penyelesaian administrasi kepengurusan sebelum dilanjutkan dengan agenda pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PNSB se-Sumatera Selatan.

“Ini rapat perdana PNSB Sumatera Selatan dalam rangka pembuatan SK kepengurusan dan persiapan rencana pengukuhan serta Rakerda. Insyaallah pelaksanaannya pertengahan bulan ke atas,” ujar Nazaruddin.

Ia menjelaskan, kepengurusan PNSB saat ini telah mencakup sekitar 71 paguyuban dengan jumlah pengurus mendekati 300 orang. Keterwakilan tersebut membentang dari berbagai daerah dan komunitas, mulai dari Aceh hingga Papua, serta dari Muratara hingga Ogan Komering Ulu.

Menurut Nazaruddin, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan utama PNSB. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyatukan persepsi dan menjaga keharmonisan masyarakat Sumatera Selatan.

Baca Juga:  INI Palembang Gelar Konferda, Pilih Ketua Baru dan Bahas Dinamika Hukum Terkini

“Tujuan PNSB menyatukan persepsi seluruh anggota paguyuban. Dari awal kita sudah berkomitmen agar tidak ada konflik atau zero conflict di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, PNSB akan menyusun sejumlah program kerja yang disesuaikan dengan bidang masing-masing. Di antaranya bidang ekonomi, sosial, olahraga, advokasi, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, hubungan masyarakat, hingga hukum.

Program tersebut nantinya akan disusun dalam kerangka jangka pendek, menengah, dan panjang. Tahap awal akan difokuskan pada penyelesaian administrasi organisasi, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang dapat memfasilitasi dan memperkuat hubungan antaranggota paguyuban.

Menariknya, Nazaruddin menegaskan PNSB berdiri secara mandiri dan hingga saat ini belum mendapatkan dukungan pemerintah secara langsung.

“Dukungan dari pemerintah sampai saat ini belum ada. Kita masih berdiri sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian PNSB Syaiful Bahri menyampaikan, rapat perdana ini menjadi langkah awal setelah proses informatur dilakukan untuk menyusun struktur kepengurusan. Dari proses tersebut, hampir 300 nama telah terbentuk dan disusun dalam kepengurusan PNSB.

Ia menyebut antusiasme paguyuban untuk bergabung cukup tinggi. Dalam kegiatan tersebut, jumlah peserta yang hadir bahkan mencapai sekitar 150 orang, meski daftar kehadiran yang terdata sebelumnya hanya sekitar 120 orang.

Baca Juga:  Nasi Goreng Kayo Rempah Solok Hadir, Pikat Lidah Warga Labuhan Ratu Bandar Lampung

“Yang kita undang sekitar 150-an dan yang hadir juga sekitar 150-an. Bahkan ada yang tidak mengisi daftar hadir tetapi datang. Artinya antusiasmenya cukup luar biasa,” ungkap Syaiful.

Menurutnya, PNSB memiliki cita-cita besar untuk menghadirkan sebuah wadah yang mampu mempertemukan berbagai tokoh dan perwakilan paguyuban dalam satu organisasi. Dengan demikian, setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan gesekan dapat dibicarakan secara bersama-sama.

“Dengan semua suku bergabung, tidak ada yang tidak bisa dibicarakan. Semua tokoh dan perwakilannya ada di PNSB,” ujarnya.

Syaiful juga mengingatkan bahwa masih terbuka kesempatan bagi paguyuban yang belum maksimal mengirimkan perwakilan untuk masuk dalam kepengurusan. Struktur tersebut nantinya akan kembali diverifikasi dan difinalisasi menjelang pengukuhan.

“Masih ada kesempatan besar untuk memasukkan anggota pengurus yang bisa aktif di PNSB. Kami berharap setelah kepengurusan final, seluruh pengurus dapat menjalankan program kerja yang sudah direncanakan,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua V PNSB sekaligus Ketua BPW Kerukunan Keluarga Wajo (KKW), H. Ahmad Taher. Ia mengatakan, keberadaan PNSB sempat mengalami kevakuman selama beberapa bulan. Karena itu, rapat perdana ini dinilai menjadi momentum untuk kembali membangkitkan semangat kebersamaan antarpaguyuban.

Baca Juga:  Dukung Swasembada Pangan, Polsek Muara Padang Tanam Jagung Serentak di Lahan 0,5 Hektare

“Adanya rapat pertama ini membangkitkan semangat untuk silaturahmi sekaligus menyusun program yang akan datang. Tentunya program tersebut akan dibahas melalui Rakerda,” ujar Ahmad Taher.

Ia berharap Rakerda nantinya mampu mengelaborasi berbagai kepentingan dari masing-masing paguyuban menjadi sebuah program bersama yang dapat dijalankan PNSB, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Bagaimana semua kepentingan paguyuban ini bisa hadir dan menjadi susunan program kerja jangka pendek dan jangka panjang ke depan,” katanya.

Ahmad Taher juga mengajak seluruh pengurus untuk aktif mengambil peran. Menurutnya, keberhasilan PNSB tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemauan seluruh pengurus untuk bekerja sama dan menjaga eksistensi organisasi.

“Harapan kita, semua pengurus aktif bekerja sama untuk bagaimana PNSB ini tetap eksis di Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Dengan berkumpulnya 71 paguyuban dan ratusan pengurus dari berbagai latar belakang, PNSB kini membawa misi yang lebih besar: menjadikan keberagaman bukan sebagai sekat, melainkan kekuatan untuk menjaga Sumatera Selatan tetap guyub, rukun, dan bersatu.