Potensinews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang bersama SLB Negeri Pembina Palembang menggelar Pelatihan Bahasa Isyarat Al-Qur’an selama tiga hari, 24–26 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan dakwah Islam yang inklusif serta memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tuli.
Pelatihan diikuti para guru, pendakwah, relawan, serta pegiat pendidikan yang dibekali keterampilan menerjemahkan dan menyampaikan kandungan Al-Qur’an melalui bahasa isyarat secara tepat.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran agama yang lebih mudah dipahami, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas tuli. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan dakwah yang lebih ramah, inklusif, dan berkeadilan.
Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kgs. M. Ridwan Nawawi, menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.
Menurutnya, dakwah harus mampu menjangkau setiap kalangan dengan pendekatan yang sesuai agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh ilmu agama.
“Setiap gerakan tangan yang mengajarkan kebaikan adalah bahasa kasih yang tulus, dan setiap ayat yang tersampaikan adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan saudara-saudara penyandang disabilitas tuli juga dapat mempelajari Al-Qur’an dengan baik, karena mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh hidayah Allah SWT,” ujar Ridwan Nawawi.
Ia berharap sinergi antara BAZNAS Kota Palembang dan SLB Negeri Pembina Palembang tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi terus berkembang menjadi gerakan dakwah inklusif yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyak guru, relawan, dan dai yang menguasai bahasa isyarat Al-Qur’an, akses pendidikan keagamaan bagi penyandang disabilitas diharapkan semakin luas.
“BAZNAS Kota Palembang berkomitmen menghadirkan pelayanan umat yang menyentuh seluruh kalangan. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah dan menginspirasi lahirnya program-program serupa, sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya bagi semua, tanpa terkecuali,” tutupnya.












