UIN RIL

UIN RIL Raih PTRG Award 2025, Skor Perguruan Tinggi Responsif Gender Naik Signifikan

×

UIN RIL Raih PTRG Award 2025, Skor Perguruan Tinggi Responsif Gender Naik Signifikan

Sebarkan artikel ini
UIN RIL Raih PTRG Award 2025, Skor Perguruan Tinggi Responsif Gender Naik Signifikan
Kepala PSGA UIN RIL menerima penghargaan PTRG Award 2025 kategori Peringkat Pratama. (Foto: Istimewa)

Potensinews.id – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dalam membangun lingkungan perguruan tinggi yang inklusif, ramah, dan responsif gender kembali mendapat pengakuan.

UIN RIL meraih Implementasi Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award 2025 kategori Peringkat Pratama dalam Konsolidasi Nasional Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Penghargaan tersebut diumumkan pada Kamis (2/7/2026) dan diserahkan oleh Kasubdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama, Nur Kafid, bersama Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. Penghargaan diterima langsung Kepala PSGA LP2M UIN RIL, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, M.Sos.I.

Capaian UIN RIL menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada penilaian tersebut, UIN RIL memperoleh skor 740, meningkat dari skor 645 pada 2024.

Capaian itu menempatkan UIN RIL sebagai satu dari 15 PTKI yang berhasil meraih Peringkat Pratama dari total 44 PTKI yang mengikuti proses seleksi.

Penilaian PTRG dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, evaluasi dokumen hingga presentasi praktik baik. Penghargaan diberikan dalam tiga kategori, yakni Utama, Madya, dan Pratama.

Baca Juga:  UIN RIL Sukses Gelar I-SciWrite 2026, Mahasiswa Tiga Negara Adu Karya Ilmiah

Kepala PSGA UIN RIL, Yunidar Cut Mutia Yanti, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam memperkuat implementasi perguruan tinggi yang responsif gender.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bentuk apresiasi dan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program-program PSGA, memperluas kolaborasi, dan memastikan nilai-nilai keadilan gender terintegrasi dalam kebijakan maupun budaya akademik di UIN RIL,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Yunidar, capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi PSGA untuk terus mengembangkan berbagai praktik baik, terutama dalam pencegahan dan penanganan kekerasan, penguatan kelembagaan, pendidikan publik, serta pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menegaskan, UIN RIL melalui PSGA terus berupaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Penguatan ekosistem kampus yang adil gender juga menjadi salah satu isu utama dalam Konsolidasi Nasional PSGA PTKI se-Indonesia yang berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026.

Mengusung tema “Meneguhkan Spirit Keulamaan Perempuan dalam Transformasi Ekosistem PTKI yang Adil Gender dan Nir Kekerasan”, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi PSGA PTKI dalam memperkuat pendidikan tinggi keagamaan yang adil gender, inklusif, ramah anak, serta bebas dari kekerasan.

Baca Juga:  Fahrizal Darminto Hadiri Pembekalan KKN di UIN Raden Intan

Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari perkembangan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi, implementasi regulasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, penguatan kelembagaan PSGA, hingga integrasi program responsif gender dalam kebijakan dan perencanaan perguruan tinggi.

Selain itu, forum juga membahas penguatan sumber daya manusia dan pembiayaan, kampus ramah anak, lingkungan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas, serta perlindungan kelompok rentan.

Rangkaian kegiatan meliputi Musyawarah Nasional PSGA Ke-4, perumusan deklarasi dan rekomendasi nasional, refleksi dan berbagi praktik baik PTRG Ke-3, Konferensi Internasional Ke-4, serta napak tilas ulama perempuan di Cirebon.

Forum tersebut diikuti pengurus PSGA PTKI se-Indonesia, pimpinan perguruan tinggi keagamaan, akademisi, peneliti, aktivis perempuan, anak dan disabilitas, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, mahasiswa, serta kelompok muda.

Dalam pembukaan kegiatan, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menekankan agar PSGA PTKI memperluas kontribusi dan tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah.

Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menjawab persoalan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan berbagai program strategis pemerintah.

Baca Juga:  UIN RIL Kembali Raih Kepercayaan Nasional, Gelar Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko

“Kita tidak boleh lagi hanya berpikir di dalam kampus. Kita harus keluar dan terlibat dalam dinamika sosial keagamaan yang terjadi di masyarakat dengan mengkapitalisasi sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi,” ujarnya.

Kamaruddin juga menyoroti persoalan stunting dan tingginya angka perceraian sebagai tantangan yang membutuhkan kontribusi akademisi dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan bangsa.

Konsolidasi tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. Amien Suyitno, M.A., Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., Anggota DPR RI Dr. Rieke Diah Pitaloka, akademisi Dr. Nur Rofiah, Katrin Bandel, Ph.D. dari Jerman, KH. Dr. (HC.) Husein Muhammad, Nyai Hj. Masriah Ava, serta perwakilan Komnas Perempuan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.