Potensinews.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar Kuliah Dosen Tamu nasional dengan menghadirkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pusat dengan persiapan calon pendidik di daerah.
Acara yang dipusatkan di Aula K FKIP Unila pada Selasa, 14 April 2026 ini diikuti ratusan mahasiswa tingkat akhir jenjang S-1 serta mahasiswa PPG Calon Guru tahun 2026. Hadir pula jajaran pimpinan universitas, dekanat, serta kepala sekolah mitra.
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menegaskan bahwa Unila saat ini memiliki kapasitas besar dalam mencetak guru profesional. Dengan izin penyelenggaraan PPG di 17 bidang studi, LPTK Unila siap menjadi pilar utama pendidikan nasional.
“Kami memiliki kesiapan penuh, baik dari sisi SDM maupun sarana prasarana. Sinergi dengan Ditjen GTK sangat penting agar peran LPTK optimal dalam mencetak guru yang berdampak nyata,” ujar Dr. Albet.
Koordinator Program Studi PPG FKIP Unila, Dr. Edi Suyanto, M.Pd., menyambut positif kehadiran Dirjen GTK di kampus hijau tersebut. Menurutnya, interaksi langsung ini memberikan kepastian mengenai peta jalan karir mahasiswa di dunia kependidikan.
“Kehadiran Ibu Dirjen memberikan titik terang bagi mahasiswa dan alumni mengenai peluang serta masa depan karir mereka,” kata Dr. Edi.
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., saat membuka acara mewakili Rektor, menekankan bahwa guru masa depan harus menjadi agen perubahan. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan sekolah mitra menjadi kunci utama kualitas lulusan.
Dalam orasi ilmiah bertajuk “Arah dan Kebijakan Guru dan Tenaga Kependidikan 2026”, Prof. Nunuk Suryani memaparkan capaian positif di Provinsi Lampung. Tercatat, sebanyak 63% lulusan PPG Calon Guru di Lampung telah terserap dan aktif mengabdi, baik melalui jalur ASN PPPK maupun satuan pendidikan swasta.
Prof. Nunuk juga mendorong para calon guru untuk lebih inovatif dan adaptif terhadap teknologi.
“Dinamika kebijakan pendidikan nasional menuntut guru untuk terus berkembang guna mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” tegasnya.












