Unila

FKIP Unila Latih Guru Kimia Manfaatkan FABLAB untuk Media Pembelajaran 3D

×

FKIP Unila Latih Guru Kimia Manfaatkan FABLAB untuk Media Pembelajaran 3D

Sebarkan artikel ini
FKIP Unila Latih Guru Kimia Manfaatkan FABLAB untuk Media Pembelajaran 3D
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), menyelenggarakan pelatihan Fabrication Laboratory (FABLAB) bagi guru kimia sebagai upaya meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. | Unila

Potensinews.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), menyelenggarakan pelatihan Fabrication Laboratory (FABLAB) bagi guru kimia sebagai upaya meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Kegiatan ini menghadirkan praktik langsung pembuatan media pembelajaran tiga dimensi (3D) menggunakan aplikasi Tinkercad dan printer 3D, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dengan FABLAB Corner Universitas Lampung.

Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026. Sesi pembukaan berlangsung secara hybrid, sedangkan praktik dilaksanakan secara luring di Laboratorium FABLAB Corner FKIP Unila.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Selanjutnya, Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila, Dr. M. Setyarini, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan FABLAB merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. M. Setyarini, M.Si., dengan anggota Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., Dra. Ila Rosilawati, M.Si., Mohammad Ahdiat, S.Pd., M.PKim., dan Ni Putu Rahma Agustina, S.Si., M.Si.P.

Dalam pelaksanaannya, setiap anggota tim memiliki peran sesuai bidang keahliannya. Dr. M. Setyarini menyampaikan materi pengenalan FABLAB beserta pemanfaatan fasilitas FABLAB Corner dalam pembelajaran kimia. Dr. Bayu Saputra memberikan penguatan mengenai pembelajaran abad ke-21 melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), yang menekankan integrasi teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran sebagai landasan pengembangan media pembelajaran inovatif.

Baca Juga:  Unila Sukses Gelar Visitasi Relisensi LSP P1, Buka Peluang Sertifikasi Kompetensi Lebih Luas

Sementara itu, Mohammad Ahdiat bersama Dra. Ila Rosilawati bertanggung jawab dalam penyusunan teknis pelaksanaan kegiatan dan pendampingan selama pelatihan berlangsung. Adapun Ni Putu Rahma Agustina berperan dalam penyusunan instrumen evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pelatihan.

Dalam sambutannya, Dr. M. Setyarini memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia di FABLAB Corner Universitas Lampung, meliputi laser cutter, dua unit printer 3D, seperangkat komputer, serta berbagai bahan habis pakai seperti filamen dan akrilik yang digunakan dalam pembuatan media pembelajaran tiga dimensi.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan hibah dari program Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) yang diinisiasi Sogang University, Korea Selatan, melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan pendidikan sains. Di wilayah barat, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bermitra dengan Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan guru mengenai teknologi FABLAB, memberikan pengalaman praktik dalam mengembangkan media pembelajaran tiga dimensi, serta membangun jejaring antara guru dengan FABLAB Corner Universitas Lampung,” ujarnya.

Baca Juga:  Meriahkan Dies Natalis, FMIPA Unila Gelar Jalan Sehat dan Donor Darah

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana belajar sekaligus berbagi pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

Sambutan berikutnya disampaikan secara daring oleh Triannisa Rahmawati, S.Pd., M.Si., perwakilan Program LUPIC dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia menjelaskan bahwa LUPIC merupakan program kerja sama internasional yang berfokus pada penguatan pembelajaran sains melalui pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, pengembangan FABLAB menjadi salah satu implementasi program tersebut dengan menyediakan berbagai perangkat fabrikasi digital yang dapat dimanfaatkan guru untuk menciptakan media pembelajaran inovatif sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIP Unila, Dr. Riswandi, M.Pd., yang mengikuti kegiatan secara daring. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Program LUPIC atas kolaborasi yang telah terjalin dengan Universitas Lampung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Dr. Riswandi menilai pelatihan FABLAB memberikan manfaat besar bagi guru, khususnya dalam membantu memvisualisasikan konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak melalui media pembelajaran tiga dimensi. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pembelajaran sekaligus meningkatkan literasi teknologi di kalangan guru dan peserta didik.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah,” katanya sebelum secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan basmalah.

Baca Juga:  Universitas Lampung Gelar Pembekalan untuk Pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2023

Usai pembukaan, peserta mengikuti pelatihan desain model molekul sulfur heksafluorida (SF₆) menggunakan aplikasi berbasis web Tinkercad. Pelatihan dipandu oleh Nicolas Arya Saputra, S.Pd., alumnus Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila, dengan didampingi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia sebagai fasilitator.

Seluruh peserta mempraktikkan secara langsung proses perancangan model molekul tiga dimensi menggunakan laptop masing-masing. Pada akhir sesi, salah satu hasil desain peserta dicetak menggunakan printer 3D sebagai contoh implementasi teknologi FABLAB dalam pengembangan media pembelajaran kimia.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui pelatihan ini, para guru memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan fasilitas FABLAB, keterampilan dasar mendesain objek tiga dimensi menggunakan Tinkercad, serta pengalaman langsung dalam proses pencetakan model menggunakan printer 3D.

Pelatihan FABLAB diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi fabrikasi digital ke dalam pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis 3D diharapkan mampu membantu peserta didik memahami konsep-konsep kimia yang abstrak secara lebih konkret, menarik, dan interaktif sehingga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di era transformasi digital.