Potensinews.id – Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi pada ajang Lampung Post Award 2026.
Unila dinilai sukses menjadi pusat riset strategis dan inkubator Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mendukung program pembangunan Provinsi Lampung.
Penghargaan bertema “Asta Cita Bersama Lampung Maju” tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Hotel Emersia, Selasa, 14 April 2026.
Perhelatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta sejumlah kepala daerah di Provinsi Lampung.
Dalam sesi Executive Forum bertajuk “Bersinergi Mengakselerasi Pembangunan Lampung Menuju Indonesia Emas 2045”, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan pariwisata.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani (Prof Lusi) menyoroti peran vital pendidikan tinggi dalam mewujudkan target tersebut.
Prof Lusi memaparkan data krusial terkait Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung yang masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan catatan Unila, APK di Provinsi Lampung baru mencapai 24,36 persen, tertinggal dibanding angka nasional yang sudah menyentuh 32,89 persen.
“Setiap tahun ada sekitar 250 ribu lulusan SMA/SMK sederajat di Lampung, namun yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 12 hingga 13 ribu. Ini adalah kesenjangan yang harus kita atasi bersama,” jelas Prof Lusi.
Ia menegaskan bahwa peran orang tua dan masyarakat sangat penting untuk memotivasi generasi muda melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi agar kualitas SDM Lampung meningkat secara merata.
Meski menghadapi tantangan APK, Prof Lusi menyatakan kualitas pendidikan di Lampung, khususnya di Unila, terus menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya minat mahasiswa pada program studi strategis dan perbaikan sistem akademik secara menyeluruh.
“Kami di Unila terus membenahi sistem. Saat ini, dari 126 program studi, lebih dari 50 persen telah terakreditasi Unggul, dan 30 program studi sudah meraih akreditasi internasional,” tandasnya.












