Berita

Dorong Kemandirian Ekonomi Umat, Al Iman Mart Rajabasa Resmi Diluncurkan

×

Dorong Kemandirian Ekonomi Umat, Al Iman Mart Rajabasa Resmi Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
Dorong Kemandirian Ekonomi Umat, Al Iman Mart Rajabasa Resmi Diluncurkan
Masjid Al Iman Rajabasa meluncurkan Al Iman Mart pada 6 Maret 2026 sebagai unit usaha pemberdayaan ekonomi jamaah berbasis gotong royong dan kemandirian umat.

Potensinews.idMasjid Al Iman Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung, melakukan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.

Hal ini ditandai dengan rencana peresmian unit usaha minimarket berbasis jamaah, Al Iman Mart, yang dijadwalkan meluncur secara resmi pada Jumat, 6 Maret 2026.

Gagasan pendirian Al Iman Mart lahir dari semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan jamaah masjid.

Kehadiran minimarket ini tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai motor penggerak ketahanan ekonomi berbasis masjid di kawasan Gedong Meneng dan sekitarnya.

Salah satu tim pengelola Al Iman Mart, Dr. Novi Rosanti, S.P., M.E.P., mengungkapkan bahwa inisiatif ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sejak tahap sosialisasi. Dukungan mengalir baik dalam bentuk partisipasi langsung maupun bantuan dari para donatur.

Baca Juga:  Masjid Al Iman Gedong Meneng Gelar Aksi Sosial dan Pengajian Akbar Bersama Adik Syekh Ali Jaber

“Kami mempromosikan kegiatan pemberdayaan ini kepada masyarakat, dan Alhamdulillah responnya sangat positif. Banyak yang tertarik terlibat aktif, bahkan ada yang menyumbang dan berpartisipasi sebagai bentuk dukungan,” ujar Novi Rosanti.

Konsep Al Iman Mart dibangun di atas fondasi gotong royong. Keuntungan dari unit usaha ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, serta operasional keagamaan di lingkungan Masjid Al Iman.

Novi optimis bahwa dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, Al Iman Mart akan menjadi pusat ekonomi umat yang berkelanjutan.

“Harapannya, unit usaha ini menjadi awal dari kemandirian ekonomi kita bersama, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tapi juga pusat solusi ekonomi masyarakat,” tambahnya.