Unila

Melalui Safari Ramadan 1447 H, Pascasarjana Unila Bangun Kebersamaan

×

Melalui Safari Ramadan 1447 H, Pascasarjana Unila Bangun Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Melalui Safari Ramadan 1447 H, Pascasarjana Unila Bangun Kebersamaan
Pascasarjana Unila gelar Safari Ramadan 1447 H untuk perkuat integritas personal dan spiritual sivitas akademika.

Potensinews.id – Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Melalui Pengembangan Mental dan Spiritual di Bulan Suci Ramadan akan Meningkatkan Integritas Personal di Program Pascasarjana Unila”.

Kegiatan berlangsung di Lobby Gedung Pascasarjana Unila, Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T.; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A.; Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si.; Ketua Senat Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd,; para dekan, para kepala lembaga, para kepala biro, para kepala UPA, dan para kepala bagian.

Prof. Murhadi menjelaskan, perkembangan program Pascasarjana Unila terus mengalami peningkatan, baik dari sisi program studi maupun jumlah mahasiswa. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana yang berkualitas.

Baca Juga:  876 Mahasiswa Baru Ikuti PSAP Unila Tahun 2023

Prof. Ayi Ahadiat dalam sambutannya menyampaikan, Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual dan integritas di lingkungan akademik.

“Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, kita berharap dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan Universitas Lampung,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana membangun karakter sivitas akademika yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ustaz M. Yahya, S.Ag., yang hadir memberikan tausiah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala.

Baca Juga:  FKIP Unila Target Akreditasi Unggul Prodi PPKn

Ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ritual semata, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri. Ia menjelaskan, tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan yang tercermin dalam perubahan sikap, perilaku, dan kesadaran spiritual seseorang.

“Puasa memiliki tujuan yang jelas, yaitu agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Karena itu, yang terpenting bukan sekadar menjalankan puasanya, tetapi bagaimana ibadah tersebut mampu membentuk karakter dan memperbaiki perilaku kita,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan seharusnya dipandang sebagai momentum latihan spiritual yang membiasakan seseorang untuk terus menjaga kualitas ibadah, bahkan setelah bulan suci berakhir.

Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu memanfaatkan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri serta memperkuat hubungan dengan Allah subhanahu wa taala.

Baca Juga:  Unila Masuk Tiga Besar Universitas Terbaik di Sumatra Versi QS World University Rankings 2024

“Ramadan adalah bulan pelatihan. Apa yang kita lakukan selama bulan ini seharusnya tetap berlanjut setelahnya, sehingga perubahan mental dan spiritual benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang menyadari kedekatan itu, maka ia akan lebih berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapan,” jelasnya.