Potensinews.id – Kinerja Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka, kembali menjadi target sorotan negatif.
Ketidaksiapan pengelola dalam mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengakibatkan ratusan siswa dan dewan guru di SD Negeri 2 Sri Purnomo terlantar hingga sore hari, Sabtu, 14 Maret 2026.
Informasi yang dihimpun dari wali murid menyebutkan, para siswa yang seharusnya sudah pulang pada pukul 12.00 WIB, terpaksa tertahan di sekolah hingga pukul 14.00 WIB karena paket makanan belum juga tiba. Kondisi ini memicu keresahan, terlebih saat ini memasuki bulan suci Ramadan.
“Tidak biasanya anak sekolah pulang selambat ini. Ada apa sebenarnya? Apalagi sekarang bulan puasa, kasihan anak-anak harus menunggu lama di sekolah tanpa kepastian,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Keluhan senada datang dari pihak sekolah. Para guru merasa waktu kerja mereka terbuang sia-sia hanya untuk menunggu pengantaran ompreng makanan yang tidak tepat waktu.
“Kami terpaksa pulang terlambat sampai jam dua siang karena menunggu kiriman MBG. Ini sangat mengganggu aktivitas kami,” keluh salah seorang guru.
Menanggapi hal tersebut, Humas Dapur SPPG Sudimoro, Lutfi, berdalih bahwa keterlambatan terjadi karena beban kerja yang meningkat tajam. Menurutnya, khusus hari ini pihak dapur harus menyiapkan menu untuk kebutuhan tiga hari sekaligus (Sabtu, Senin, dan Selasa).
“Pekerja kami harus menyiapkan menu sehat dalam jumlah besar. Hari ini saja mencapai 3.000 ompreng, sehingga terjadi kendala teknis dalam distribusi,” jelas Lutfi saat dikonfirmasi.
Namun, alasan tersebut dinilai tidak profesional oleh berbagai pihak. Mengingat kesalahan ini bukan yang pertama kali terjadi, Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui instansi terkait didesak untuk memberikan sanksi tegas.
Jika pengelola terus mengabaikan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis), publik meminta izin operasional Dapur SPPG Sudimoro segera dicabut demi kelancaran hak gizi anak sekolah.













