Berita

Hindari Terjebak Antrean, Simak Prediksi Arus Mudik Bakauheni

×

Hindari Terjebak Antrean, Simak Prediksi Arus Mudik Bakauheni

Sebarkan artikel ini
Hindari Terjebak Antrean, Simak Prediksi Arus Mudik Bakauheni
Tim Kementerian Hak Asasi Manusia yang dipimpin Penta Peturun bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Polda, Kodam XXI Raden Inten, dan PT ASDP Cabang Bakauheni. | Ist

Potensinews.id – Arus mudik menuju Pelabuhan Bakauheni mulai menunjukkan tekanan serius bahkan sebelum puncak resmi. Antrean kendaraan sudah muncul pada jam-jam tertentu di jalur penyaringan tol, sementara rest area berubah menjadi kantong tunggu dan buffer zone perlahan terisi.

Hasil pemantauan Tim Kementerian Hak Asasi Manusia yang dipimpin Penta Peturun bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Polda, Kodam XXI Raden Inten, dan PT ASDP Cabang Bakauheni menunjukkan satu kesimpulan penting: kapasitas kapal sebenarnya mencukupi, namun risiko kemacetan tetap tinggi jika pemudik datang secara bersamaan.

Data proyeksi Mudik Bakauheni 2026 mencatat total kendaraan mencapai 319.916 unit dengan jumlah penumpang sekitar 108.050 orang. Trip kapal diperkirakan mencapai 2.481 perjalanan dengan rasio kapasitas sistem (V/C) sebesar 0,67 yang secara teknis masih tergolong aman.

Namun dalam praktiknya, kemacetan lebih ditentukan oleh pola kedatangan kendaraan, bukan sekadar jumlah harian. Mobil pribadi mendominasi arus mudik dengan sekitar 172 ribu unit, disusul sepeda motor sekitar 100 ribu unit. Kondisi ini menyebabkan tekanan tinggi pada waktu-waktu tertentu, terutama saat keluarga berangkat bersamaan.

Baca Juga:  NOAH Pamit dari Blantika Musik, Hijrah Bareng? ini Pesan Ariel CS

Lonjakan awal mudik (H-4 sampai H-2) diperkirakan terjadi pada pukul 15.00 hingga 23.00 WIB, dengan estimasi antrean mencapai 2 hingga 4 jam. Titik tekanan berada di rest area penyaringan dan gate masuk pelabuhan.

Puncak mudik resmi (H-3) menjadi periode paling krusial, dengan jam rawan pukul 17.00 hingga 02.00 WIB. Antrean diperkirakan mencapai 3 hingga 5 jam, bahkan berpotensi lebih jika buffer zone penuh dan terjadi perlambatan trip kapal.

Sementara itu, arus balik (H+3 sampai H+6) dinilai lebih kritis. Jam rawan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 03.00 WIB dengan estimasi antrean 4 hingga 6 jam, bahkan bisa lebih lama jika kondisi cuaca tidak mendukung. Kombinasi kendaraan keluarga dan truk logistik menjadi faktor utama kepadatan.

Baca Juga:  DPD KNPI Apresiasi Pemkot Pontianak Bentuk Satgas Premanisme

Pemudik disarankan memilih waktu yang lebih lengang untuk menghindari antrean panjang, yaitu:

  • Dini hari: pukul 01.00 – 07.00 WIB
  • Pagi awal: pukul 07.00 – 10.00 WIB
  • Hindari: sore hingga tengah malam

Datang terlalu awal tanpa tiket justru berisiko terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian waktu keberangkatan.

Jika pemudik tidak mengatur jadwal perjalanan dengan baik, sejumlah risiko dapat terjadi, mulai dari antrean kendaraan yang memanjang hingga ke ruas tol, waktu tunggu yang meningkat drastis, hingga tekanan pada fasilitas umum seperti toilet, air bersih, dan layanan kesehatan.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia juga berisiko mengalami kelelahan lebih cepat. Selain itu, potensi konflik antrean dan kecelakaan kecil turut meningkat di tengah kepadatan.

“Macet besar sering terjadi bukan karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang bersamaan,” ujar Penta Peturun.

Baca Juga:  Puncak Arus Libur: Bakauheni Layani 29.706 Penumpang dalam Sehari

Kementerian HAM menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan selama arus mudik. Fasilitas yang menjadi perhatian antara lain jalur prioritas disabilitas, ruang istirahat ibu hamil dan menyusui, bantuan mobilitas lansia, serta area aman untuk anak-anak.

Pemerintah Provinsi Lampung juga memastikan informasi kepadatan arus akan disampaikan secara real time agar pemudik dapat mengatur perjalanan dengan lebih baik.

Penta Peturun pun menyampaikan pesan penting bagi para pemudik, di antaranya membeli tiket jauh hari, datang sesuai jadwal, memilih waktu dini hari atau pagi, mengikuti rekayasa lalu lintas, serta menyiapkan logistik pribadi seperti air minum, obat-obatan, dan makanan ringan.

Mudik bukan sekadar perjalanan menuju tujuan, tetapi juga tentang memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan manusiawi bagi semua.