Way Kanan

Garda Terdepan Perangi Narkoba: Kisah Relawan Granat Way Kanan yang Tak Pernah Surut

×

Garda Terdepan Perangi Narkoba: Kisah Relawan Granat Way Kanan yang Tak Pernah Surut

Sebarkan artikel ini
Garda Terdepan Perangi Narkoba: Kisah Relawan Granat Way Kanan yang Tak Pernah Surut
Para pejuang dari Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Way Kanan—sekelompok individu yang memilih untuk berdiri di garis depan, melawan ancaman yang perlahan menggerogoti generasi bangsa. | Ist

Potensinews.id — Perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum atau instansi pemerintah semata. Di balik upaya besar itu, ada barisan relawan yang bergerak tanpa pamrih, menyuarakan bahaya narkoba hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Mereka adalah para pejuang dari Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Way Kanan—sekelompok individu yang memilih untuk berdiri di garis depan, melawan ancaman yang perlahan menggerogoti generasi bangsa.

Di antara mereka, sosok Yoni Alistiadi menjadi salah satu wajah dari perjuangan itu. Ia bukan hanya relawan, tetapi juga Kepala Rumah Edukasi Anti Narkoba di Kabupaten Way Kanan. Dari kediamannya, ia berbagi cerita tentang pilihan hidupnya—menjadi bagian dari gerakan yang tak pernah benar-benar selesai.

“Kebetulan saya ini memang anggota ormas Granat di Way Kanan. Ketua kami, yang akrab disapa Vely, saat ini juga menjabat sebagai Sekda. Dukungan dari pemerintah daerah sangat baik, bahkan Way Kanan menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki Rumah Edukasi Anti Narkoba,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.

Baca Juga:  Kapolres dan PMII Way Kanan Berduka atas Meninggalnya Pengemudi Ojol Asal Lampung

Rumah Edukasi Anti Narkoba yang mereka kelola bukan sekadar simbol. Tempat itu hidup dengan berbagai aktivitas—dari sosialisasi hingga pembentukan satuan tugas relawan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan.

“Baru-baru ini kami melakukan pembentukan dan pembekalan satgas di setiap OPD dan kecamatan. Mereka inilah yang nantinya menjadi garda terdepan dalam menyampaikan edukasi tentang P4GN,” jelas Yoni.

Bagi Yoni dan rekan-rekannya, perjuangan ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan panggilan moral. Mereka sadar, ancaman narkoba tidak mengenal batas usia, status, maupun wilayah.

Komitmen itu pula yang membuat mereka terus bergerak. Ke depan, Rumah Edukasi Anti Narkoba Way Kanan berencana memperluas jangkauan edukasi dengan melibatkan kepala desa dan kepala sekolah di seluruh wilayah kabupaten.

Baca Juga:  Musrenbang Rebang Tangkas, Ali Rahman Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian di 2026

“Kami akan terus berjuang. Tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin mengajak semua pihak untuk ikut mengkampanyekan perang melawan narkoba, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, yang juga menjabat sebagai Ketua Granat Way Kanan, menilai bahwa situasi penyalahgunaan narkoba saat ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai sekitar 4,2 juta jiwa. Hampir setiap hari ada korban jiwa akibat narkoba. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Karena itu, peran organisasi kemasyarakatan menjadi sangat penting dalam memperkuat upaya pencegahan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  SMAN 2 Buay Bahuga Rayakan Dies Natalis ke-18, Padukan Prestasi dan Sambut Ramadhan 1447 H

“Ormas harus menjadi pilar dalam melawan narkoba. Tebarkan edukasi, sebarkan pemahaman, dan terus berjuang di jalan kebenaran,” pesannya.

Di tengah segala keterbatasan, para relawan Granat Way Kanan tetap melangkah. Mereka mungkin bukan aparat berseragam, tetapi semangat mereka tak kalah kuat. Di tangan merekalah, harapan untuk generasi yang lebih bersih dari narkoba terus dijaga—satu langkah kecil, untuk perubahan besar.