Potensinews.id — Laga panas antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persib Bandung kembali menjadi sorotan publik. Tidak hanya soal jalannya pertandingan, tetapi juga insiden yang diduga mengandung unsur rasisme di tengah lapangan.
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia, secara terbuka menyampaikan kronologi kejadian yang ia alami saat berduel dengan kapten Persib Bandung, Marc Klok.
Dalam keterangannya, Doumbia menjelaskan bahwa insiden bermula setelah Persib mencetak gol dan situasi di lapangan belum sepenuhnya jelas.
“Saya sedang mencari wasit untuk memastikan apakah gol itu sah atau tidak. Saat itu bola belum berada di titik tengah, dan saya menunggu keputusan wasit,” ujar Doumbia, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menambahkan, dalam situasi tersebut, Marc Klok mendesaknya untuk segera memulai pertandingan kembali.
“Dia meminta saya menaruh bola di tengah agar pertandingan langsung dimulai. Saya bilang saya masih menunggu keputusan wasit, lalu kami sempat berdebat,” lanjutnya.
Ketegangan meningkat saat wasit berusaha melerai kedua pemain. Dalam momen itulah, Doumbia mengaku mendengar ucapan yang mengejutkan.
“Ketika saya membalikkan badan setelah dipisahkan, saya mendengar dia mengatakan ‘Black guy’. Saya sangat terkejut, bagaimana mungkin dia mengatakan itu,” tegas Doumbia.
Ia mengaku sempat kebingungan dan berusaha memastikan siapa yang mengucapkan kata tersebut.
“Saya mencoba melihat siapa dia dan nomor punggungnya. Saya kemudian sadar dia adalah kapten Persib, nomor 23,” katanya.
Doumbia juga menyampaikan bahwa dirinya telah melaporkan kejadian tersebut kepada wasit di lapangan. Namun, respons yang diterima dinilai belum menyentuh inti persoalan.
“Saya sampaikan ke wasit, tapi dia hanya meminta saya untuk tetap tenang dan melanjutkan pertandingan,” ujarnya.
Insiden ini langsung memantik perhatian publik dan pecinta sepak bola nasional. Isu rasisme di lapangan kembali mencuat dan menjadi perhatian serius, mengingat sepak bola menjunjung tinggi sportivitas serta nilai kemanusiaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Persib Bandung maupun operator kompetisi terkait dugaan tersebut. Desakan untuk dilakukan investigasi terbuka dan transparan pun terus menguat dari berbagai kalangan.












