Olahraga

Dari Bhayangkara FC vs Persib: Helm Hilang, Amarah Ruang Ganti, Sampai Murka Suporter Tuan Rumah

×

Dari Bhayangkara FC vs Persib: Helm Hilang, Amarah Ruang Ganti, Sampai Murka Suporter Tuan Rumah

Sebarkan artikel ini
Dari Bhayangkara FC vs Persib: Helm Hilang, Amarah Ruang Ganti, Sampai Murka Suporter Tuan Rumah
TERIMA KASIH TELAH BERJUANG - Unggahan ekspresi Bhayangkara FC usai keok 2-4 dari Persib Bandung, laga Stadion Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung, Kamis malam. | Instagram Bhayangkara FC/Muzzamil

Potensinews.id — Keok apatah lagi di laga kandang sendiri, pinjam judul lagu Cita Citata: ‘sakitnya tuh di sini’. Lontaran evaluatif manajemen hingga gerutuan suporter serta heboh helm hilang, itu pula yang tersisa dari laga Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persib Bandung, laga pekan ke-30 Liga 1 BRI Super League 2025/2026 berskor akhir 2-4 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung, Kamis (30/4/2026) malam WIB.

Semalam, kedua tim diketahui menurunkan skuad terbaik. Di lini The Guardians of Saburai Bhayangkara FC (4-3-3): ada sang kiper Aqil Savik; I Putu Gede Juni Antara, Nehar Sadiki, Slavia Damjanovic, Moises Wolschick, Wahyu Subo Seto; Bernard Cedric Henri Doumbia, Frengky Missa Deaner, Privat Mbarga; Moussa Sidibe, dan Sho Yamamoto.

Sedang klub Pangeran Biru Persib Bandung (4-3-3): ada Teja Paku Alam; Federico Barba, Frans Patria, Patricio Matricardi, Robi Darwis; Adam Alis, Marc Klok, Thom Haye; Andrew Jung, Beckham Putra Nugraha, dan Berguinho.

Begitu peluit wasit babak pertama ditiupkan, Persib yang menjajal jurus agresif menit-menit awal di bawah guyuran hujan justru salah taktik. Kerja solid lini tengah Bhayangkara bikin Thom Haye tak mudah bergerak leluasa. Pertahanan sisi kanan dikawal Putu Gede Juni Antara, sulit ditembus Beckham Putra ataupun Adam Alis, hingga upaya Persib membangun serangan dari sayap inipun mudah dipatahkan.

Jurus justru berubah menjadi bumerang lantaran secara terukur, counter attack tuan rumah justru bahaya. Buktinya, gawang kiper Teja Paku Alam menit ke-6 kontan bobol. Bernard Cedric Henri Doumbia cetak gol. Bukukan namanya di papan skor.

Peluang cetak gol kedua Bhayangkara sempat menghampiri Henri Doumbia, kali ini saat dia relatif berhasil melewati Teja Paku Alam. Apes, Marc Klok berhasil pula lakukan tekel bahaya, memblok bola hingga kenai tiang, keluar gawang.

Dewi Fortuna baru memihak kembali pada tuan rumah, saat berurutan: tendangan umpan Doumbia cakep diterima penyerang Moussa Sidibe, yang kemudian bisa melewati dua bek jangkung Persib, saat dieksekusi berhasil diblok kiper Persib Teja Paku Alam, bola laju mental, Sidibe sigap menyambarnya hingga cetak gol kedua, menit ke-26. Tribun penonton lelagi bergemuruh. 2-0.

Sejatinya, ada banyak peluang Persib hasilkan gol. Tetapi performa kiper Bhayangkara FC Aqil Savik ciamik punya, misal saat Aqil memblok peluang gol dari Thom Haye dan Andrew Jung.

Meski naas, pertahanan Aqil akhirnya bobol jua. Persib akhirnya bisa perkecil ketertinggalan skor jadi 1-2 memasuki injury time babak pertama, menit 45+2 lewat gol Federico Barba memanfaatkan umpan matang Adam Alis dari sundulan tajam Andrew. Skor babak pertama 2-1.

Buah “amarah di ruang ganti” bikin spirit Persib bangkit meninggi —rebound dari ketertinggalan, membuncah. Memasuki babak kedua, Maung Bandung pun langsung bertaktik menekan. Di luar dugaan serangan tim asuhan Bojan Hodak ini berhasil mengejutkan tim asuhan Paul Munster saat pertandingan baru berjalan hitungan menit.

Adalah Layvin Kurzawa, punggawa bangku cadangan yang baru saja dimainkan langsung beri kejutan. Tendangan crossing (umpan silang lambung) kirimannya berhasil dieksekusi Berguinho jadi gol kedua. Gawang Aqil baru sesontak jebol cetakan gol menit ke-49. Skor imbang 2-2.

Gol ini berubah memantik serangan bertubi ke gawang Aqil.

Berkali-kali bisa digagalkan, tiba bola ke kaki Beckham Putra Nugraha yang bersegera mengeksekusinya dengan melepas tendangan sontekan dari sisi kiri ke arah gawang Aqil. Walau sempat mengenai pemain The Guardians, bola melambung lantas masuk ke gawang. Gol Beckham Putra menit ke-60 inipun berjasa membalikkan situasi. Persib unggul 3-2.

Baca Juga:  Sikambhara Resmi Terbentuk, Dukung Penuh Bhayangkara Presisi Lampung FC

Tensi pertandingan pun meninggi. Moussa Sidibe bahkan sempat diganjar kartu kuning lantaran menendang bola ke arah bench, berujung seteru dengan Patricio Matricardi.

Berikutnya semangat maju terus pantang mundur Persib, ditunjukkan impresif dengan serangan tiada mengendur.

Usai kedua tim sama-sama lakukan banyak pergantian pemain 10 menit akhir pertandingan, antara lain masuk Dendy Sulistyawan (Bhayangkara), Saddil Ramdani (Persib).

Gempuran Persib mulai menuai hasil. Kali ini giliran Adam Alis, usai menyambar bola liar di area kotak penalti, bola buangan dari umpan silang yang dia sambut dengan dua kali kontrol dan langsung melepas tembakan gol ke gawang Bhayangkara, genapi tambahan gol menit ke-89. Skor 4-2.

Momen dramatis Bhayangkara FC —penyelamat ambang kekalahan, sempat tercipta di injury time babak kedua.

Bhayangkara sempat mencetak dua gol lewat Dendy Sulistyawan menit ke-90+5, dan Privat Mbarga. Akan tetapi sayangnya, wasit menyatakan gol keduanya dianulir karena didahului offside. Anakidah!

Hingga peluit panjang penanda babak kedua berakhir, skor tak berubah. 4-2. Persib mengunci kemenangan. Hasil ini memulangkan Persib tidak saja ke Kota Kembang, tetapi juga comeback ke puncak klasemen. Poin Maung Bandung kini 69, jumlah yang sama dengan rival terdekat, Borneo FC. Persib berhak ke puncak lantaran unggul head to head dari Pesut Etam.

Atas kemenangan ini, menang comeback dramatis, pelatih Bojan Hodak dikabarkan masih kurang cukup puas dan menyebut menilai tim asuhannya terlalu banyak ruang serangan balik yang tak mampu dieksekusi dengan baik.

Adapun sejumlah analis sepakbola Tanah Air hingga media olahraga arus utama menyebut, Persib Bandung harus melewati laga yang tidak mudah. Bhayangkara FC meski keok disebut beri efek pertahanan yang cukup lantang.

Persib, bahkan sempat berada dalam pusaran tekanan besar sejak mula pertandingan. Tertinggal dua gol duluan, secara impresif Persib bisa balikkan keadaan. Empat gol balasan menjadi penegas kekuatan mental dan kesiapan.

Secara countdown, jika boleh disebut kebangkitan; maka kebangkitan Maung Bandung bukanlah yang hadir pertama musim ini. Sebelumnya, pola serupa Persib sajikan kala berhadapan dengan Dewa United. Di Asia bahkan, pola ini: menang comeback dramatis juga Persib perlihatkan saat ungguli Selangor FC di markasnya dengan skor 3-2.

Bobotoh ada bilang inilah identitas Persib sesungguhnya; tim kesayangan dengan setinggi-tingginya daya juang. Dan selanjutnya, Persib akan berlaga vs PSIM Yogyakarta pada 4 Mei sore mendatang.

Sementara, dari kubu tuan rumah, hasil laga 30 April malam memaksa Bhayangkara FC turun peringkat ke-6 klasemen. Poin kini 47, satu poin di bawah Persebaya Surabaya.

Dari lini tim, Pelatih Kepala Bhayangkara FC Paul Munster yang coba berhikmah, dalam keterangan persnya bilang kali ini ada pelajaran berharga bagi timnya untuk bangkit dan tampil lebih solid di laga berikutnya. Mampu cetak dua gol terlebih dahulu, mampu imbangi permainan, penanda tim asuhannya bermain baik nun belum lakukan yang terbaik.

Situasi berubah setelah turun minum ketika tim kebobolan tiga gol penentu hasil akhir. Paul berkilah, tim berupaya cari cara raih kemenangan laga tetapi performa pada babak kedua memang tidak maksimal.

“Kami tim yang kuat dan kejadian pada pertandingan kali ini justru akan membuat kami lebih baik ke depannya. Bahkan sebenarnya babak kedua kami punya dua gol tetapi dianulir wasit karena offside sehingga memengaruhi momentum tim hingga tak mampu balikkan keadaan hingga peluit panjang dibunyikan,” terang Paul, berjanji mengevaluasi mendalam hasil pertandingan Kamis malam.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, Sikambara dan Asprov PSSI Lampung Sepakat Bangun Ekosistem Sepak Bola

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Apa yang harus dilakukan dan diupayakan untuk meraih kemenangan, ke depan akan kami evaluasi, karena malam ini kami belum mampu melakukannya dengan baik,” pungkasnya.

Giliran Jum’at ([1/5/2025) pagi, hasil kekalahan vs Persib sesontak berubah menjadi pasal kecewa bagi suporter Bhayangkara. Lontaran pedas kecewa, bahkan disuarakan Ketua Umum SIKAMBARA, komunitas suporter non resmi nun setia Bhayangkara, Junaedi. Poinnya, overall, apakah keluarga besar SIKAMBARA cukup puas dengan performa BPL FC versus Persib semalam, tanya pewarta.

“Sangat tidak puas,” lugas Junaedi, bos RM Minang Indah Grup dan RM Embun Pagi Raya Bandarlampung, RM Dua Sahabat Labuhan Ratu, RM Bude Fina Tanjung Senang dan RM Nasi Kapau Minang Indah Sukarame Bandarlampung ini, kuarsa 08.04 WIB.

“Tidak puas (dengan performa tim) di babak kedua,” timpal anggota SIKAMBARA Baskoro Aditya Putra ditimpali lainnya, Lik Santoso, menyebut pertandingan semalam hanya enak ditonton 30 menit babak pertama saja. “Benar babak pertama ngotot dan menyerang terus,” imbuh Baskoro.

Disinggung apa kekira penyebab, “terlalu cepat selebrasi sehingga lupa kalau lawannya ‘King’ Persib,” timpal lainnya, “sang raja comeback.”

Sementara, evaluasi manajemen, menjadi bagian aspirasi yang disuarakan Sekretaris SIKAMBARA Dedi Rokhman. Menurutnya, ditengah vibes dan kemeriahan game pekan ke-30 antara tuan rumah Bhayangkara FC vs Persib, ada beberapa hal dan pertanyaan yang harus dibenahi dan dijawab manajemen Bhayangkara FC.

Misal, bagaimana bisa suporter lawan bisa nampak leluasa “menguasai tribun” meski berstatus tuan rumah. Kemudian, apakah manajemen tidak paham soal regulasi PT LIB bahwa masih ada pelarangan suporter tamu. “Apakah keramaian di tribun untuk ‘pengganti’pertandingan kandang sebelumnya yang tidak pernah penuh?” cecar Dedi Rokhman.

Jika memang niat manajemen untuk selalu membuat tribun penuh, sambung dia, “seharusnya manajemen Bhayangkara FC tunjukkan usaha yang lebih, dalam merangkul komunitas pecinta sepabola Lampung. Sebab selama ini belum terlihat maksimal,” ujarnya menilai.

Berhasil “away”-nya suporter tamu dalam pertandingan itu merupakan sebuah pelanggaran aturan LIB, serta juga koreksi besar terhadap tata kelola tiket dan komunitas modelling dari Bhayangkara FC guna raih simpati dukungan pecinta sepakbola Lampung.

“Kolaborasi dan interaksi intensif harus dijalankan konsisten oleh manajemen, sebab dasarnya masyarakat Lampung tipikal kolektif yang sangat terbuka kepada pendatang,” pengingat dia, memintanya menjadi catatan tegas.

Dero –sapaannya, beranjak dari ingatan sebelumnya di mana Bhayangkara di beberapa musim sebelumnya selalu sepi stadionnya, tetapi masih bisa beli pemain bagus; lantas menandaskan seharusnya dengan keunggulan sektor ini, bisa disimetriskan dengan alokasikan program “ambil hati” rakyat Lampung agar akar historis dukungan bisa organik terbangun.

“Apalagi beberapa isu bilang klub ini akan permanen di Lampung. Pilihannya mau bangun ekosistem suporter dan sepakbola organik yang kuat, atau memang hadir hanya sebagai entitas klub an sich. Pilihannya ada di manajemen. Sampai sekarang aja kami belum ada ruang dialog intens dengan petinggi klub. Ini mungkin salah satu effort yang harus konsisten dijalankan manajemen, menurut saya,” tandas Dero pula.

Berikutnya, salah satu anggota SIKAMBARA, mantan pelatih sepakbola, beri analisa pertandingan Kamis malam. “Pada saat mulai babak kedua sampai menit ke 75-80an, kontrol game dikendalikan oleh Persib. Pemain Bhayangkara FC sulit mengembangkan permainan karena selalu di-pressing pemain Persib di middle block. Sistem defend (bertahan) juga mulai hilang fokus karena menghadapi kombinasi play para penyerang Persib. Sehingga terjadi di babak kedua, menit-menit injury time barulah tim Bhayangkara bisa berkembang cuma sayangnya, dua gol dianulir,” catatnya.

Baca Juga:  Launching Klub, Nusantara Lampung FC Langsung Uji Tanding Kontra Sriwijaya FC

Terhadap kembang aspirasi, bagaimana jika lahir keputusan suporter berkemungkinan boikot “nribun” laga kandang Bhayangkara FC berikutnya, anggota SIKAMBARA lainnya, Muhammad Tunggul Andalas kurang sependapat.

“Jangan lah bang kalo boikot. Kita lagi bagus atmosfer dukung Bhayangkara-nya mayarakat Lampung. Tapi kalo kasih catatan tegas sangat setuju,” bilang dia. Disahuti lainnya, jangan. “Pak Mardji (Manajer Bhayangkara FC, Kombes Sumardji) dkk yang sudah all out di Lampung harus di-support terus,” pintanya.

Masih terkait, ihwal masih terdapatnya anggota komunitas suporter satu ini yang tercium mendukung Persib laga tadi malam, anggota SIKAMBARA lainnya, Ma’ruf Abidin.

“SIKAMBARA lahir dari proses akulturasi dengan suporter lain, termasuk Bobotoh dan The Jackmania. Yang penting saat tim lamanya main dengan Bhayangkara FC, tahu diri. Saya juga selain fans Bhayangkara FC, saya fans Barca, Juventus dan MU (Manchester United). Kalau mereka main dengan Bhayangkara FC, saya akan fair nontonnya dan menikmati tanpa euforia berlebihan,” lugas pria yang juga Sekretaris PW Persyarikatan Muhammadiyah Lampung itu.

“Tapi tadi malam, memang Bobotoh sudah gak punya etika di tribun timur,” catat dia, menyoroti aksi over Bobotoh, pada pertandingan dengan 7.000an penonton tersebut.

Seperti diketahui, selain aksi sepihak Bobotoh “melalap” tribun timur, di luar stadion sempat terjadi kericuhan akibat suporter Persib yang tidak kebagian tiket memaksa masuk ke dalam stadion, dan ditahan petugas keamanan. Situasi kemudian bertambah ricuh, lantaran sejumlah Bobotoh terlibat saling lempar dengan suporter Bhayangkara FC yang juga tak kebagian tiket masuk.

Redakan emosi Bobotoh, sejumlah petugas dari total 400 aparat dikerahkan amankan jalannya laga sampai harus ikut turun menenangkan, hingga akhirnya Bobotoh dibolehkan masuk dengan syarat tak bawa barang-barang berbahaya.

Sebagai bagian evaluasi lantaran kecintaan pada klub kesayangan, seorang anggota SIKAMBARA lainnya lantas menyorong saran. “Supaya tidak terulang lagi, maka sebaiknya manajemen BPL FC segera berbenah, jangan hanya “datang bertamu” ke Bandarlampung jelang tanding, esoknya pulang ke homebase di luar Lampung.

“Dengan homebase di Lampung, “rasa memiliki” warga Lampung bisa menguat, terjadi chemistry. Apalagi kalau manajemen BPL FC mau membuat gebrakan kegiatan yang “berbaur” dengan warga, misal senam bareng di car free day Tugu Adipura, road to SMA, dan lain-lain,” saran dia.

Ma’ruf Abidin menimpali. “Sepakbola itu pertunjukan seni, entertain, sportifitas dan loyalitas. Maka perlu kedewasaan, sehingga kalah menang, hal biasa. Saya babak pertama sangat menikmati pertandingan, tapi saya sudah berikan warning 5 menit awal dan akhir, itu penyakit Bhayangkara, kurang waspada. Maka terjadilah tadi malam, 5 menit akhir babak pertama, 5 menit awal babak kedua, 5 menit babak akhir kita kebobolan. Itu PR Coach (Paul Munster) dan tim. Ini yang harus ditempuh manajemen bersama suporternya,” pungkas dia.

Dengan hasil akhir Bhayangkara FC vs Persib ini, 10 besar klasemen Liga 1 dipuncaki Persib dengan 69 poin disusul Borneo FC sama poin kalah head to head, posisi ketiga ada Persija Jakarta (62 poin), keempat Malut United Maluku Utara (49 poin), kelima Persebaya Surabaya (48 poin). Bhayangkara FC peringkat ke-6 dengan 47 poin dibuntuti Dewa United sama poin. Ke-8 Bali United 45 poin, Persita Tangerang 44 poin, dan Arema FC 39 poin.