Berita

Dibatalkan Pemilik yang ASN, Diskusi Film Pesta Babi di Lampung Kembali Terusir

×

Dibatalkan Pemilik yang ASN, Diskusi Film Pesta Babi di Lampung Kembali Terusir

Sebarkan artikel ini
Dibatalkan Pemilik yang ASN, Diskusi Film Pesta Babi di Lampung Kembali Terusir
Pemilik Kafe Takut Status ASN, Diskusi Film Pesta Babi Kembali Diusir

Potensinews.id – Agenda diskusi publik dan pemutaran (screening) film Pesta Babi di Bandar Lampung kembali menghadapi jalan terjal.

Setelah dilarang di lingkungan Kampus Universitas Malahayati, lokasi acara yang sempat digeser ke Roemah Jus di Jalan Pramuka kini mendadak dibatalkan secara sepihak oleh pemilik tempat.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, mengungkapkan pembatalan sepihak ini terjadi karena pemilik Roemah Jus merasa khawatir dengan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu instansi pemerintahan di Lampung.

“Kami dihubungi langsung oleh pemilik tempat. Pihak penanggung jawab lokasi menyampaikan kekhawatiran terkait status ASN pemilik jika tempatnya digunakan untuk diskusi dan pemutaran film ini. Kami menghormati keputusan itu meski sangat menyayangkannya,” ujar Yasir, Sabtu, 16 Mei 2026.

Baca Juga:  Preman Flores di Malahayati, Warga Lampung Geram

Kendati kembali terdepak, Yasir memastikan kepanitiaan bergerak cepat dan telah mengantongi lokasi baru yang diklaim lebih luas dan representatif. Namun, detail lokasi tersebut masih disimpan dan baru akan diumumkan menyusul.

Rentetan penolakan ini memicu keprihatinan mendalam dari pihak penyelenggara. Yasir menilai fenomena ini menunjukkan masih tebalnya rasa ketakutan di kalangan masyarakat, terutama yang bersinggungan dengan lingkungan pemerintahan, untuk sekadar terlibat dalam ruang edukasi publik.

“Sangat disayangkan ketika ada masyarakat atau ASN yang harus menjaga jarak dari ruang diskusi hanya karena mengkhawatirkan karier mereka. Padahal, diskusi publik dan film adalah media edukasi yang sah,” sesalnya.

Lebih lanjut, Yasir mengingatkan bahwa sikap apatis terhadap isu sosial dan lingkungan justru akan menjadi bom waktu bagi masyarakat sendiri. Ia kemudian mengaitkan urgensi isi film ini dengan rentetan bencana ekologis yang belakangan mengepung Pulau Sumatra.

Baca Juga:  Faisol Djausal Resmikan Pembangunan Kantor Baru Pujakesuma

“Kita tidak boleh lupa, akhir tahun lalu wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dihantam bencana besar akibat kerusakan alam. Bahkan awal Mei ini, banjir bandang menerjang enam kecamatan di Musi Rawas. Di Bandar Lampung sendiri, banjir selalu mengepung banyak titik setiap musim hujan. Ini persoalan serius,” cetusnya.

Dinamika pengusiran yang dialami panitia mulai dari pelarangan di kampus hingga pembatalan di kafe karena alasan “takut” disebut Yasir menjadi cerminan nyata dari kondisi demokrasi saat ini.

“Melihat dinamika dari kampus pindah ke kafe, lalu dari kafe dibatalkan lagi dengan alasan yang benderang yaitu takut, saya hanya ingin katakan, takut dan apatis itu berhubungan,” tegas Yasir menutup pernyataannya.

Baca Juga:  Dandenpomal Lampung Bantah Kawal Preman ke Universitas Malahayati

Meskipun harus berpindah tempat berkali-kali, panitia menegaskan bahwa agenda bedah film Pesta Babi akan tetap tegak berjalan demi menjaga budaya berpikir kritis yang sehat dan terbuka di Lampung.