Berita

Perbaikan Jembatan Pendem Jatiagung Lambat, Warga Keluhkan Kemacetan Panjang

×

Perbaikan Jembatan Pendem Jatiagung Lambat, Warga Keluhkan Kemacetan Panjang

Sebarkan artikel ini
Perbaikan Jembatan Pendem Jatiagung Lambat, Warga Keluhkan Kemacetan Panjang
Perbaikan Jembatan Pendem Jalan Ra Basyid Lambat, Warga Protes

Potensinews.id – Lambatnya proyek perbaikan Jembatan Pendem di Jalan Ra Basyid memicu keluhan warga dan pengguna jalan.

Fasilitas penyeberangan yang menjadi batas wilayah antara Desa Karang Sari dan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan ini tak kunjung rampung hingga menyebabkan kemacetan panjang.

Kondisi proyek yang dinilai mandeg tersebut kini ramai menjadi sorotan di media sosial. Pengendara mengeluhkan tumpukan tanah merah yang berubah menjadi lumpur saat hujan, serta sisa jalur lintasan yang menyempit.

Sejumlah warga mempertanyakan target penyelesaian proyek dan berspekulasi mengenai kendala anggaran di lapangan.

“Apa kurang dana? Kapan selesainya ini jembatan, instansi terkait?” tulis salah satu akun warga, Arobi Ceenaah, dalam unggahan yang viral di media sosial, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga:  PB PII dan Kemenko PMK Perkuat Sinergi Bangun Generasi Emas 2045

Keluhan senada berulangkali diunggah oleh netizen yang melintasi jalur tersebut. Mereka mengeluhkan kemacetan roda dua yang mengular setiap hari, sehingga mengganggu mobilitas ekonomi dan aktivitas kerja masyarakat antardesa.

Merespons gelombang protes warga, Kepala UPT PU Kecamatan Jatiagung, Subani, memberikan klarifikasi melalui akun media sosial resminya.

Pihak dinas berjanji akan mempercepat proses pengerjaan dan menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir Mei 2026.

“Kami usahakan perbaikan ini selesai akhir bulan ini. Kami mohon masyarakat bersabar,” ujar Subani melalui keterangannya di platform TikTok.

Guna mempercepat proses penyelesaian dan menjaga keselamatan bersama, Subani mengimbau pengguna jalan untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut dan mencari rute alternatif. Kehadiran kendaraan di area proyek dikhawatirkan dapat menghambat kinerja para pekerja di lapangan.

Baca Juga:  Lampung Selatan Pertahankan Kategori Nindya KLA 2025, Skor Meningkat

Hingga saat ini, aktivitas alat berat dan pekerja masih terlihat di lokasi. Warga setempat berharap pihak rekanan dan dinas terkait menepati janji agar akses transportasi utama penghubung antar desa tersebut dapat segera normal kembali.