Potensinews.id – Lembaga kemanusiaan Hulun Peduli Indonesia mendistribusikan 1.000 paket daging kurban untuk masyarakat Palestina pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Penyaluran ini difokuskan bagi warga yang terdampak krisis berkepanjangan di jalur Gaza.
Paket bantuan pangan tersebut menyasar kelompok rentan seperti keluarga dhuafa, anak yatim, janda, serta para pengungsi. Langkah diambil sebagai bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan warga setempat.
Ketua Yayasan Hulun Peduli Indonesia, Fajar Yusuf Dirgantara, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa program merupakan amanah dari para donatur di tanah air. Di tengah keterbatasan, bantuan ini diharapkan dapat menghadirkan kegembiraan hari raya bagi warga Palestina.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Gaza turut merasakan keberkahan Idul Adha. Terima kasih kepada seluruh pekurban yang telah memercayakan amanahnya melalui kami,” ujar Fajar dalam rilis resminya, Minggu, 31 Mei 2026.
Proses distribusi di lapangan dipimpin oleh koordinator lokal, Abu Zyad, bersama tim relawan penanganan darurat di Gaza. Penyaluran paket kurban dilakukan secara terencana agar tepat sasaran kepada keluarga yang paling membutuhkan.
Abu Zyad melaporkan, seluruh amanah dari masyarakat Indonesia telah didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian dan permukiman di Gaza Utara. Wilayah-wilayah tersebut meliputi kawasan Al Reemal, Al Syifaa, dan Tal El Hawa.
“Bantuan itu sangat berarti bagi mereka yang mengalami keterbatasan akses pangan. Kehadiran paket daging kurban ini menjadi pesan moral bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa-masa sulit,” kata Abu Zyad.
Bagi sebagian besar pengungsi di Gaza, paket daging kurban yang diterima menjadi kesempatan langka untuk menikmati hidangan bergizi bersama keluarga di tengah kepungan krisis.
Selain program kurban tahunan, Hulun Peduli Indonesia juga berkomitmen terus menyalurkan bantuan berkala lainnya. Program-program tersebut meliputi penyediaan air bersih, layanan kesehatan darurat, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.












