Lampung

Pemprov Lampung Fokus Penuhi Belanja Wajib dan Pelayanan Dasar dalam APBD 2026

×

Pemprov Lampung Fokus Penuhi Belanja Wajib dan Pelayanan Dasar dalam APBD 2026

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Fokus Penuhi Belanja Wajib dan Pelayanan Dasar dalam APBD 2026
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, saat mengikuti asistensi daerah terhadap kemampuan keuangan daerah dalam memenuhi belanja minimum Tahun Anggaran 2026 bersama Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah secara virtual dari Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 11 Juni 2026. | Pemprov Lampung

Potensinews.id — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung memprioritaskan pemenuhan belanja wajib dan belanja mengikat dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Komitmen tersebut menjadi fokus utama Pemprov Lampung dalam menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Yang paling dipastikan adalah bagaimana Pemerintah Provinsi Lampung memastikan belanja wajib dan mengikat. Belanja ini wajib ada sebelum program-program lain untuk mendukung target RPJMD,” ujar Marindo saat mengikuti asistensi daerah terhadap kemampuan keuangan daerah dalam memenuhi belanja minimum Tahun Anggaran 2026 bersama Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah secara virtual dari Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca Juga:  Pj Gubernur Pimpin Rapat Persiapan Asistensi Evaluasi Kinerja Penjabat Gubernur Semester Pertama

Kegiatan asistensi tersebut diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Lampung bersama Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri guna mengevaluasi struktur APBD 2026, kapasitas fiskal daerah, serta kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi belanja minimum dan berbagai kewajiban pelayanan publik.

Menurut Marindo, asistensi dari Kemendagri menjadi momentum penting bagi Pemprov Lampung untuk memperoleh masukan dan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan serta penganggaran daerah. Ia menilai pengelolaan keuangan daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Pemprov Lampung, lanjutnya, terus berupaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kewajiban pelayanan dasar dengan pelaksanaan program prioritas pembangunan. Langkah tersebut dilakukan agar setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ketua Forki Lampung Taren Sembiring Beri Apresiasi Kejuaraan Lampung Open Karate Championsip Piala Gubernur Lampung Tahun 2023

Dalam kesempatan itu, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri memberikan sejumlah masukan terkait penguatan pendapatan daerah, peningkatan kualitas belanja, percepatan pembangunan infrastruktur, serta dukungan terhadap program prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan pengangguran.

Sementara itu, Agus Fatoni menyampaikan bahwa asistensi dilakukan untuk membantu pemerintah daerah menyusun struktur APBD yang lebih sehat dan berkualitas.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut pemerintah daerah diharapkan mampu menyelaraskan perencanaan dan penganggaran dengan kebutuhan pembangunan daerah serta berbagai prioritas nasional.

“Tata kelola keuangan daerah yang baik akan mendorong efektivitas pelaksanaan program pembangunan sekaligus meningkatkan manfaat APBD bagi masyarakat,” ujar Fatoni.

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut positif berbagai rekomendasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Hasil asistensi akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pengelolaan keuangan daerah ke depan.

Baca Juga:  Wagub Jihan Nurlela Dorong BPOM Perketat Pengawasan Produk dan Berdayakan UMKM Disabilitas

Melalui penguatan tata kelola fiskal dan peningkatan kualitas belanja daerah, Pemprov Lampung berharap pembangunan dapat berjalan lebih optimal, pelayanan publik semakin baik, serta berbagai program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat terlaksana secara berkelanjutan.