Potensinews.id – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Lampung menggelar pelatihan berkala bertajuk Ta’amul Qur’an Development 2026.
Agenda dipusatkan di Pondok Pesantren IMBOS, Kabupaten Pringsewu, selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 26–28 Juni 2026..
Pelatihan yang bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Membangun Pribadi Guru Produktif dan Profesional Menuju Lampung Maju”. Sebanyak lebih dari 300 guru Al-Qur’an utusan Sekolah Islam Terpadu dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Lampung hadir menjadi peserta.
Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, hadir langsung memberikan dukungan normatif bagi peningkatan mutu pendidikan agama di wilayahnya. Ia mengapresiasi konsistensi lembaga pendidikan swasta dalam mendongkrak kapasitas tenaga pengajar.
Selama jalannya forum, para peserta mendapatkan pembinaan ruhiyah, penyegaran metode pengajaran, hingga penguatan kompetensi teknis. Materi utama dibawakan oleh dua instruktur nasional, yakni K.H. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc., Al-Hafizh, dan Ustadz Riyadhus Shalihin, S.Sos.I., Al-Hafizh.
Kedua pemateri menitikberatkan ulasan pada aspek adab pengajar, standarisasi kualitas bacaan (tahsin), serta tanggung jawab profesi sebagai penjaga mutu pengajaran kitab suci.
Selain materi teknis membaca, para guru juga mendapatkan sesi penguatan motivasi kerja yang dipandu oleh Ustadz Ahmad Fikri, M.Pd., NLP. Pada kesempatan yang sama, diperkenalkan pula metode pengajaran baru melalui sosialisasi Metode Qur’an IWR oleh Ustadzah Anis Khaerunisa, S.Sos.I.
Jalannya kelas praktis selama tiga hari ini didampingi oleh Ustadz Jaenuri, S.Th.I. dan Ustadz Ibadurrahman, M.Pd. selaku pembimbing lapangan (musyrif).
Panitia pelaksana menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan berkesinambungan untuk melahirkan generasi muda yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan penguatan karakter moral.
Melalui agenda Ta’amul Qur’an Development 2026, JSIT Lampung berkomitmen memastikan seluruh unit sekolah naungannya memiliki standar pengajaran agama yang profesional, produktif, serta berdampak luas pada mutu lulusan daerah.












