Berita

PPTQ Assahil Bekali Guru Pengabdian, Teguhkan Keikhlasan di Era Transaksional

×

PPTQ Assahil Bekali Guru Pengabdian, Teguhkan Keikhlasan di Era Transaksional

Sebarkan artikel ini
PPTQ Assahil Bekali Guru Pengabdian, Teguhkan Keikhlasan di Era Transaksional
Semangat kebersamaan usai mengikuti kegiatan Pembekalan & Penguatan Guru dan Calon Guru Pengabdian di Masjid Kampus II PPTQ Assahil, Senin (29/6/2026). (Foto: Potensinews.id/Ist)

Potensinews.id – Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Assahil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan Pembekalan dan Penguatan Guru serta Calon Guru Pengabdian, yang berlangsung di Masjid Kampus II PPTQ Assahil, Senin (29/6/2026).

Mengusung tema “Santri Ikhlas di Era Transaksional (Merawat Keikhlasan, Menguatkan Pengabdian)”, kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus tokoh pendidikan, Dr. Husnul Hakim, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr. Husnul Hakim menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah perkembangan zaman yang semakin berorientasi pada aspek material. Menurutnya, seorang guru pengabdian harus mampu menjaga ruh keikhlasan sebagai fondasi utama dalam mendidik santri.

“Guru pengabdian adalah jantung pesantren. Di era semua diukur dengan materi, keikhlasan menjadi mata uang termahal. Tugas kita merawatnya agar tidak hilang,” tegasnya.

Baca Juga:  PPTQ Assahil Gelar Haflah Akbar Khataman Al-Qur'an dan Kitab Kuning ke-18

Ia menekankan bahwa nilai keikhlasan bukan sekadar konsep spiritual, melainkan kekuatan yang menjaga marwah pendidikan pesantren agar tetap melahirkan generasi berakhlak dan berilmu.

Dalam sambutannya, Pimpinan PPTQ Assahil mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pengabdian sebagai bentuk ibadah yang dilandasi ketulusan, bukan semata-mata mengejar imbalan.

“Pengabdian bukan tentang seberapa besar yang kita dapat, tetapi seberapa tulus kita memberi. Guru Assahil harus menjadi teladan keikhlasan. Santri tidak hanya melihat apa yang diajarkan, tetapi juga siapa sosok gurunya. Karena itu, marwah guru pesantren harus terus dijaga,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam membentuk pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual.

Baca Juga:  PPTQ Assahil Perkuat Ruh Keguruan Melalui Pembekalan Guru dan Calon Guru Pengabdian

“Ilmu tanpa ruh akan hampa, mengajar tanpa keikhlasan akan mudah lelah. Mari kita luruskan kembali niat dan tujuan pengabdian, semata-mata lillahi ta’ala,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Litbang PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurochman, menyampaikan bahwa profesionalisme guru harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keikhlasan.

“Kita sedang berada di persimpangan: ingin menjadi guru yang dikenang karena ilmunya atau karena transaksinya? Assahil berkomitmen membangun ekosistem guru pengabdian yang profesional, namun tetap berpijak pada ruh keikhlasan,” katanya.

Menurutnya, hasil pembekalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan modul pembinaan guru yang disusun oleh Litbang PPTQ Assahil.

“Keikhlasan harus dibina, bukan dibiarkan. Sistem yang dibangun harus mampu memperkuat semangat pengabdian, bukan justru menggerusnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Inspirasi dari Sang Juara, HIMA DKV Darmajaya Gelar Pameran 2024

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan calon guru pengabdian PPTQ Assahil. Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas, agenda tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi serta penguatan mental dan spiritual para pendidik menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Melalui pembekalan ini, PPTQ Assahil berharap seluruh guru mampu menjaga semangat pengabdian, memperkuat integritas, serta terus menghadirkan pendidikan yang berlandaskan nilai keikhlasan dalam membentuk generasi Qurani yang berkarakter.