Berita

PPTQ Assahil Lampung Timur Ikuti Workshop Pengasuh Pesantren Nasional, Perkuat Kualitas Pendidikan

×

PPTQ Assahil Lampung Timur Ikuti Workshop Pengasuh Pesantren Nasional, Perkuat Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
PPTQ Assahil Lampung Timur Ikuti Workshop Pengasuh Pesantren Nasional, Perkuat Kualitas Pendidikan
Ratusan pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah mengikuti Workshop Pengasuh Pesantren Nasional yang digelar Imam Jazuli Foundation di Joglo Agung, Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Istimewa)

Potensinews.id – Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Assahil, Kabupaten Lampung Timur, terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga. Salah satunya dengan mengikuti Workshop Pengasuh Pesantren Nasional yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation di Joglo Agung, Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (4/7/2026).

Workshop bertema Penguatan Kapasitas Pengasuh Pesantren tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman bagi para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

PPTQ Assahil hadir sebagai peserta nomor 36 dan diwakili langsung oleh Direktur Litbang PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurochman, M.Ed.

Menurut Abdurochman, keikutsertaan dalam kegiatan nasional tersebut merupakan bentuk komitmen PPTQ Assahil untuk terus meningkatkan kualitas manajemen pesantren, pembinaan santri, serta pengembangan kurikulum tahfizhul Qur’an.

“Workshop ini sangat penting sebagai ikhtiar bersama untuk menjadikan pesantren sebagai The Center of Excellence. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kami bawa pulang untuk diterapkan di Lampung Timur,” ujarnya.

Baca Juga:  Dompet Dhuafa Lampung Kirim Darling untuk Korban Banjir Sumatera

Dalam sesi pembekalan, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Kiai Imam Jazuli, Lc., M.A., menyampaikan sejumlah strategi pengembangan pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ia menekankan pentingnya menyusun kembali kurikulum, baik program tahfizh maupun pembelajaran kitab kuning, agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Program tahfizh, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada aspek ukhrawi, tetapi juga mampu membuka peluang santri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, hingga memperoleh beasiswa luar negeri.

Kiai Imam Jazuli juga mengingatkan bahwa pesantren perlu bertransformasi dan berani berpikir di luar kebiasaan (out of the box). Menurutnya, pola pikir pengasuh harus mengikuti kebutuhan wali santri sebagai pengguna layanan pendidikan, sehingga kurikulum dan program yang disusun benar-benar relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:  Khadafi Indrawan Kembali Pimpin IDI Bandar Lampung Secara Aklamasi

Selain itu, ia menilai peningkatan jumlah santri menjadi salah satu langkah realistis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Dengan jumlah santri yang memadai, keberlangsungan lembaga akan semakin terjamin.

Ia juga mendorong para pengasuh pesantren untuk tidak ragu mengadopsi metode yang telah terbukti berhasil, kemudian mengembangkan dan menjadikannya sebagai ciri khas masing-masing pesantren.

Workshop tersebut turut menghadirkan Kiai Ma’ruf Amin yang memberikan penguatan mengenai peran strategis pesantren dalam membangun peradaban bangsa.

Dalam pemaparannya, Kiai Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pesantren tidak hanya bertugas mencetak generasi yang menguasai ilmu agama, tetapi juga melahirkan kader yang mampu menjadi penggerak bangsa dan umat.

Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren melalui sanad keilmuan dan khazanah turats, sekaligus tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga:  Ratusan Juta Terbuang: Tanggul Baru di Bandarlampung Langsung Retak

Menurutnya, kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) selama ini bertumpu pada gerakan kultural yang mampu menjaga kehidupan masyarakat, sehingga pesantren harus terus menjadi pusat lahirnya peradaban Islam di Indonesia.

Workshop yang digagas Imam Jazuli Foundation bersama Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon tersebut diikuti puluhan pengasuh pesantren dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antarpesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.