Potensinews.id – Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO) menerima kunjungan strategis dari Ikatan Alumni ITB Angkatan 1980 (IA-ITB 80) di Sekretariat DPN APINDO, Selasa, 14 Juli 2026.
Pertemuan ini fokus merumuskan solusi atas berbagai tantangan struktural guna mendongkrak daya saing ekonomi nasional.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum Sanny Iskandar, serta jajaran ketua komite bidang ketenagakerjaan, manufaktur, dan infrastruktur.
Dalam sesi pemaparan, perwakilan IA-ITB 80, Rizal Lukman, menyoroti sejumlah masalah krusial yang membayangi target Indonesia Emas 2045. Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang belum optimal, rendahnya kompleksitas ekonomi (economic complexity), serta gejala deindustrialisasi yang mulai terasa.
“Indonesia masih dihadapkan pada persoalan kualitas SDM dan hambatan struktural yang menekan daya saing global. Kami menyerahkan rekomendasi kebijakan ini sebagai sumbangsih pemikiran untuk mempercepat transformasi ekonomi,” ujar Rizal.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, IA-ITB 80 menyerahkan laporan eksekutif hasil seminar nasional mereka yang bertajuk “Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan Menuju Indonesia Emas 2045” kepada manajemen APINDO.
Merespons masukan tersebut, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mengawal iklim usaha yang kondusif. APINDO secara konsisten menjalankan agenda deregulasi dan mengurai sumbatan aturan (debottlenecking) ke pemerintah.
“Kami terus mengidentifikasi berbagai hambatan berusaha secara mendetail untuk disampaikan ke kementerian terkait. Tujuannya jelas, agar ada penyempurnaan kebijakan yang berdampak langsung pada dunia usaha,” kata Shinta.
Di sektor SDM, pengurus APINDO Bidang Ketenagakerjaan menambahkan bahwa peningkatan produktivitas pekerja kini digenjot melalui penguatan pendidikan vokasi dan pembangunan pusat pembelajaran industri (industry learning center).
Pihak pengusaha juga mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan implementasi insentif yang sudah ada, seperti fasilitas pajak super tax deduction untuk kegiatan riset dan vokasi, yang selama ini dinilai belum berjalan maksimal akibat lemahnya koordinasi lintas kementerian.
Pertemuan ini menjadi batu loncatan bagi APINDO dan IA-ITB 80 untuk membangun aliansi strategis. Kedua belah pihak sepakat rutin menggelar ruang diskusi guna mengawal inovasi dan produktivitas nasional demi tercapainya target Indonesia Emas 2045.












