Potensinews.id — Peresmian Masjid Barik Sholih As-Sulamy di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya sebagai peresmian rumah ibadah, tetapi juga sebagai wujud nyata dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta memperkokoh komitmen terhadap pendidikan Islam.
Acara tersebut dihadiri oleh Syaikh Prof. Barrak Sholih As-Sulamy, Dr. KH. Muhammad Yusuf Harun, M.A., Hani Barrak As-Sulamy, Dr. H. Abdurroohman, M.Ed., beserta keluarga besar PPTQ Assahil.
Dalam sambutannya, Pengasuh PPTQ Assahil, Gus Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, khususnya kepada Syaikh Prof. Barrak Sholih As-Sulamy beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran para tamu bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan bagian dari ikatan kekeluargaan dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
“Selamat datang di pondok antum, pondok yang juga menjadi tempat murid-murid antum. Kehadiran antum bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar kami,” ujarnya.
Gus Muhammad Latif menegaskan bahwa masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kehidupan umat. Masjid harus menjadi manarul tarbiyah atau menara pendidikan yang menjadi pusat ibadah, pengembangan ilmu, pembinaan akhlak, serta penanaman nilai-nilai tanggung jawab bagi generasi penerus Islam.
“Masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi menjadi manarul tarbiyah, tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, dan tanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi ulama dan murabbi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kemampuan berbahasa, serta kesiapan mengabdi kepada umat.
“Pondok bukan hanya tempat belajar untuk mendapatkan ijazah, tetapi tempat mencetak ulama dan murabbi yang memiliki akhlak, ilmu, dan kemampuan bahasa untuk berkhidmah kepada umat,” jelasnya.
Menurutnya, peresmian masjid tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol eratnya ukhuwah dan hubungan kebaikan yang terus terjalin.
“Pertemuan ini bukan hanya sebuah peresmian, tetapi menjadi bentuk ukhuwah dan ikatan kebaikan yang mempertemukan kita dalam keberkahan,” tambahnya.
Sementara itu, Syaikh Prof. Barrak Sholih As-Sulamy menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar PPTQ Assahil. Ia mengaku bahagia dapat bersilaturahmi dan menyebut pertemuan tersebut sebagai nikmat sekaligus keberkahan yang semakin mempererat tali persaudaraan.
“Ini adalah hadiah untuk kalian semua. Terima kasih atas penyambutan antum yang begitu baik. Bertemu dengan antum adalah sebuah nikmat dan sebuah keberkahan,” ungkapnya.
Syaikh Barrak juga berharap Masjid Barik Sholih As-Sulamy dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunannya. Ia berharap masjid tersebut menjadi pusat ibadah, pembelajaran Al-Qur’an, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembinaan generasi Islam yang berilmu dan berakhlak mulia.
Peresmian Masjid Barik Sholih As-Sulamy menjadi bukti bahwa membangun masjid bukan hanya mendirikan sebuah bangunan, melainkan juga membangun peradaban melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat ukhuwah Islamiyah.
Dengan hadirnya masjid ini, diharapkan PPTQ Assahil semakin mampu melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta masyarakat. Semoga Masjid Barik Sholih As-Sulamy senantiasa menjadi pusat keberkahan dan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para wakif, pendiri, pengelola, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunannya.












