Sumatera Selatan

Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Dzikir Kebangsaan di Istiqlal, Gus Syarif: Cinta Tanah Air bagian dari tanggung jawab bersama

×

Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Dzikir Kebangsaan di Istiqlal, Gus Syarif: Cinta Tanah Air bagian dari tanggung jawab bersama

Sebarkan artikel ini
Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Dzikir Kebangsaan di Istiqlal, Gus Syarif: Cinta Tanah Air bagian dari tanggung jawab bersama
Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Dzikir Kebangsaan di Istiqlal

Potensinews.id – Keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Hasanah, Banyuasin, Sumatera Selatan, yang juga merupakan Keluarga Besar PW Jatma Aswaja Sumsel turut menghadiri dan mengikuti rangkaian Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang digelar oleh PB Jatma Aswaja di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad, 9 Agustus 2026.

Rombongan Ponpes Sabilul Hasanah yang berasal dari Jl. Raya Palembang–Jambi KM 24, Purwosari, Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, terdiri atas keluarga besar pondok pesantren, para pengurus pondok, Pengurus PW JATMA Aswaja, para ustaz, jamaah thariqah, jamaah pengajian, serta santri kelas akhir.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa sekaligus mengenang jasa para pendiri dan pejuang kemerdekaan Indonesia melalui kegiatan keagamaan dan kebangsaan.

Baca Juga:  Rapat Konsultasi Terkait Revisi Rencana Pengembangan Lahan Pertama Lapangan Kaliberau

Pimpinan dan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, yang juga sebagai Ketua PW Jatma Aswaja Sumatera Selatan KH. M. Syarif Chumas As-Syawaly, S.Th.I. (Gus Syarif), mengatakan keikutsertaan keluarga besar pesantren dan Jatma Aswaja Sumsel dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai cinta tanah air kepada generasi muda.

Menurut Gus Syarif, ; Sebagaimana mengutip apa yang telah disampaikan oleh Guru beliau Maulana AlHabib M. Luthfi Bin Yahya selaku Rois Am PB Jatma Aswaja ;, Bahwa semangat kebangsaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi harus tumbuh menjadi kesadaran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Guru Beliau mengatakan : “Dzikir Kebangsaan ini menjadi momentum untuk kembali mengingat jasa para pendahulu dan pejuang bangsa. Generasi yang akan datang jangan sampai melupakan sejarah perjuangan para ulama, tokoh agama, rakyat dan seluruh elemen bangsa yang bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Gus Syarif menambahkan.

Baca Juga:  Tes Kesamaptaan Akpol Sumsel: Hanya 124 dari 146 Peserta Lulus

Ia menilai, kegiatan seperti Dzikir Kebangsaan memiliki nilai penting karena kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya satu kelompok, agama maupun suku.

“Bangsa ini dibangun bersama. Karena itu, cinta tanah air juga menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan meneruskan semangat para pendahulu kepada anak-anak kita,”

Gus Syarif juga mengajak generasi muda untuk memahami makna mendalam dari Merah Putih sebagai simbol kehormatan, harga diri dan jati diri bangsa. Karena ini yg selalu Guru beliau sampaikan berulang kali.

“Ketika kita melihat Merah Putih, seharusnya kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga bangsa ini? Jangan hanya mengibarkan bendera, tetapi harus ada tanggung jawab untuk menjaga persatuan, kedamaian dan keutuhan tanah air,” tutur Guru beliau.

Baca Juga:  Unsri Umumkan 1749 Mahasiswa Baru Jalur Prestasi SNBP

Menurutnya, pesan kebangsaan tersebut semakin relevan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum kemerdekaan, kata dia, hendaknya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter dan kesadaran kebangsaan.

“Pulang dari kegiatan ini, kita berharap membawa bekal yang lebih kuat untuk mencintai bangsa dan tanah air. Yang paling penting, kita ingin melahirkan generasi yang tidak melupakan sejarah dan tidak memalukan perjuangan para leluhur kita,” pungkas Gus Syarif.