Potensinews.id – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi aksi pendudukan lahan di areal perkebunan PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Usep menilai, seluruh pihak yang bersengketa perlu mengedepankan sikap saling menahan diri. Upaya penyelesaian lewat dialog damai dinilai menjadi jalan terbaik agar persoalan pertanahan yang telah bergulir selama 277 hari tidak memicu bentrok fisik.
“Harus saling menahan diri, karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan justru merugikan masyarakat,” ujar Usep, Rabu, 12 Agustus 2026.
Akademisi Unila ini mendorong agar penyelesaian dinamika di Anak Tuha dilakukan melalui jalur musyawarah. Penanganan konflik disarankan merangkul berbagai elemen masyarakat secara inklusif, termasuk para tokoh setempat dan pemangku adat.
Menurut Usep, ruang komunikasi yang cair dan terbuka antarpihak menjadi kunci penting untuk mengurai benang kusut permasalahan secara adil, transparan, serta berkelanjutan bagi semua pihak.












