Unila

Prof. Asep Ingatkan Warga Jaga Kesehatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

×

Prof. Asep Ingatkan Warga Jaga Kesehatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Prof. Asep Ingatkan Warga Jaga Kesehatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila), Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP. | Ist

Potensinews.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan kulit, sakit kepala, diare, batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila), Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP, membagikan sejumlah tips kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak akut akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Mantan Ketua IDI Lampung itu mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama jika tidak ada keperluan mendesak.

Baca Juga:  Dukung Mobilitas Mahasiswa, Bank BTN Bantu Pengembangan Bus Kampus Unila

“Sehubungan dengan erupsi GAK, untuk warga yang terdampak, pertama debu vulkanik GAK ini mengandung partikel kecil yang dapat terhirup dalam pernapasan,” kata Prof. Asep, Minggu, 6 September 2026.

Menurutnya, abu vulkanik tidak hanya berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Partikel tersebut juga dapat mengiritasi mata, kulit, serta organ tubuh lainnya.

“Kedua dapat mengiritasi mata dan kulit serta organ lainnya. Pesan saya untuk warga agar mengurangi aktivitas di luar jika tidak terlalu penting, berdiam diri saja di rumah,” ujarnya.

Namun, bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, ia mengingatkan pentingnya menggunakan perlindungan diri untuk meminimalkan kontak dengan abu vulkanik.

“Namun jika memang aktivitas penting, pergunakan masker, pelindung mata, dan pakaian yang dapat melindungi kontak langsung dengan debu vulkanik,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Lampung tersebut.

Baca Juga:  Unila Perkokoh Kebersamaan Lewat Halal Bihalal Idulfitri 1447 H

Selain membatasi aktivitas di luar rumah, masyarakat yang berada di dalam rumah juga disarankan melakukan langkah pencegahan agar abu vulkanik tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

“Sementara untuk warga yang berdiam di rumah, usahakan jendela dan pintu ditutup rapat untuk menghindari debu vulkanik yang tersebar dari angin,” tuturnya.

Prof. Asep juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

Jika mengalami keluhan atau gangguan kesehatan, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan medis terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

“Seandainya jika warga ada yang mengalami gangguan, datangi tempat medis terdekat. Semoga kita semua diberikan kesehatan, dilindungi Allah SWT dan semoga bencana ini dapat segera reda. Aamiin,” tutupnya.

Baca Juga:  Rayakan Dies Natalis ke-11, Prodi Prancis Unila Gelar FRANCETIVAL 2025 Penuh Prestasi

Imbauan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak kesehatan akibat abu vulkanik, sekaligus mengurangi risiko paparan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.