Berita

GKPL Lampung Gelar Bedah Film Pesta Babi, Soroti Krisis Lingkungan dan Bencana Kemanusiaan

×

GKPL Lampung Gelar Bedah Film Pesta Babi, Soroti Krisis Lingkungan dan Bencana Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
GKPL Lampung Gelar Bedah Film Pesta Babi, Soroti Krisis Lingkungan dan Bencana Kemanusiaan
Muhammad Yasir (1 dari kanan) sedang berada di lokasi tumpukan kayu gelondongan yang dibawa banjir bandang di Aceh Tamiang dalam rangka menjalani Program Kemanusiaan.

 

Potensinews.id – Gerakan Kemanusiaan Pemuda Lampung (GKPL) siap menggelar diskusi publik dan bedah film berjudul Pesta Babi pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi sosial atas kondisi lingkungan hidup di Indonesia yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Melalui film Pesta Babi, peserta akan diajak membedah relasi antara pembangunan, eksploitasi alam, dan dampaknya terhadap ruang hidup masyarakat. Ketua Penyelenggara, H. M. Yasir Setiawan, S.E., menegaskan forum ini bukan sekadar agenda nonton bareng biasa, melainkan dialog ilmiah untuk membangun kesadaran kolektif.

“Tujuan utama kami adalah edukasi. Kita bisa melihat sendiri rentetan bencana mengerikan di Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara baru-baru ini. Banjir bandang yang membawa jutaan potongan kayu hutan adalah bukti nyata kerusakan alam akibat ulah manusia,” ujar Yasir dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.

Baca Juga:  KNPI Minta Anggota Legislatif Kawal Pengelolaan Sampah di Lampung

Yasir juga menyoroti kondisi lokal di Provinsi Lampung. Menurutnya, Bandar Lampung kini semakin rentan terendam banjir akibat pembangunan yang abai terhadap keseimbangan alam.

“Bukit-bukit digunduli, sungai menyempit, dan resapan air berkurang. Ini peringatan bagi kita semua bahwa pembangunan tanpa keseimbangan lingkungan hanya akan membawa bencana di masa depan,” tegas pria yang akrab disapa KK Yasir tersebut.

Diskusi ini nantinya akan melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi hukum, pemerhati adat, jurnalis, hingga birokrat. Kehadiran pemantik dari berbagai sektor ini diharapkan mampu melahirkan perspektif yang luas dan berimbang dalam melihat tantangan ekologis saat ini.

GKPL berharap melalui forum ini, masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian hutan dan sungai sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Baca Juga:  Ganjar Mahfud, Terus Bergerak Bantu Masyarakat Yang Membutuhkan Air Bersih

“Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi jangan sampai mengorbankan ruang hidup,” pungkasnya.

Mengingat kuota terbatas, panitia memberlakukan sistem pendaftaran bagi calon peserta yang ingin bergabung dalam diskusi ini.