Berita

Helmy Santika Resmi Jadi Jenderal Bintang Tiga, Pernah Pimpin Polda Lampung

×

Helmy Santika Resmi Jadi Jenderal Bintang Tiga, Pernah Pimpin Polda Lampung

Sebarkan artikel ini
Helmy Santika Resmi Jadi Jenderal Bintang Tiga, Pernah Pimpin Polda Lampung
Mantan Kapolda Lampung Komjen Pol Helmy Santika (tengah) mengikuti Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi Polri di Mabes Polri, Selasa (30/6/2026). (Foto: Istimewa)

Potensinews.id — Nama Helmy Santika kembali menjadi sorotan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mantan Kepolisian Daerah Lampung itu resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) setelah menjadi satu dari empat perwira tinggi Polri yang memperoleh kenaikan pangkat bintang tiga pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kenaikan pangkat tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Helmy yang telah mengabdi lebih dari tiga dekade di Korps Bhayangkara. Selama itu pula, ia dikenal sebagai penyidik berpengalaman yang menangani berbagai perkara besar, mulai dari kejahatan jalanan, jaringan narkotika internasional, hingga tindak pidana ekonomi yang menjadi perhatian nasional.

Saat ini Helmy mengemban amanah sebagai Perwira Tinggi Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, jabatan yang dipegangnya sejak September 2025. Sebelumnya, lulusan Akademi Kepolisian tersebut memimpin Polda Lampung selama hampir dua tahun.

Karier Helmy dibangun dari dunia reserse. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, hingga Kapolresta Barelang.

Baca Juga:  Arus Mudik Lebaran di Lampung Berlangsung Aman dan Nyaman

Saat bertugas di Barelang, Helmy mengasah reputasinya sebagai penyidik andal. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Singapura itu dikenal rawan menjadi jalur penyelundupan. Di sana, ia terlibat dalam pengungkapan berbagai kasus perdagangan orang serta penyelundupan narkotika lintas negara.

Kepercayaan institusi kemudian membawanya ke posisi yang lebih strategis. Saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, Helmy berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, sebelum akhirnya menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus.

Di satuan tersebut, Helmy menangani berbagai perkara besar, mulai dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga beragam tindak pidana ekonomi yang menimbulkan kerugian besar bagi negara maupun masyarakat.

Rekam jejaknya juga tercatat dalam sejumlah kasus yang menyita perhatian publik, di antaranya pengungkapan kasus pembunuhan berantai Ryan Jombang, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, kasus korupsi Gayus Tambunan, penculikan warga negara Malaysia di Kepulauan Riau, hingga penangkapan John Kei.

Baca Juga:  Gebyar Undian Chandra: Siapa Pemenang Tahun Ini?

Ketika dipercaya memimpin Polda Lampung pada 2023, Helmy membawa pengalaman panjangnya sebagai penyidik ke ranah kepemimpinan wilayah. Salah satu capaian yang paling menonjol adalah keberhasilan mengungkap jaringan narkotika Fredy Pratama yang disebut sebagai salah satu sindikat narkoba terbesar di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, pengamanan arus mudik dan penyelenggaraan Pemilu di Provinsi Lampung berlangsung aman dan kondusif. Ia juga berperan menjaga stabilitas keamanan saat berbagai aksi demonstrasi terjadi di daerah tersebut.

Di luar tugas kedinasan, Helmy dikenal memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial. Sejumlah komunitas pendamping pasien di Lampung menyebut dirinya kerap membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari memberikan bantuan biaya pengobatan hingga mengunjungi langsung keluarga pasien.

Dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi yang kini disandangnya, Helmy menjadi satu dari empat perwira tinggi Polri yang memperoleh kenaikan pangkat bintang tiga pada tahun ini. Selain Helmy, tiga perwira lainnya yang juga naik pangkat menjadi Komjen Pol adalah Mulia Hasudungan Ritonga, Gatot Tri Suryanta, dan Rudi Setiawan.

Baca Juga:  Korban Kekerasan Seksual di Merbau Mataram Melahirkan, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Sementara itu, Trunoyudo Wisnu Andiko, selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, mengatakan kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, dan capaian kinerja para perwira tinggi.

“Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri berharap para perwira tinggi yang menerima kenaikan pangkat dapat terus memperkuat transformasi Polri Presisi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.