Berita

Soroti Narasi Pesimistis Media Internasional, DPP AKPERSI Minta Publik Kritis Jaga Kedaulatan NKRI

×

Soroti Narasi Pesimistis Media Internasional, DPP AKPERSI Minta Publik Kritis Jaga Kedaulatan NKRI

Sebarkan artikel ini
Soroti Narasi Pesimistis Media Internasional, DPP AKPERSI Minta Publik Kritis Jaga Kedaulatan NKRI
DPP AKPERSI Tanggapi Sorotan Negatif Media Singapura Terhadap NKRI

Potensinews.id – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) menyoroti peningkatan volume pemberitaan sejumlah media internasional berbasis Singapura terhadap kondisi makroekonomi Indonesia.

Narasi yang digulirkan media asing tersebut dinilai cenderung pesimistis dan berpotensi menggerus kepercayaan investor global.

Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus cerdas, kritis, dan analitis dalam membaca setiap pergerakan informasi global agar tidak terjebak dalam pembentukan opini publik yang merugikan kepentingan nasional.

“Kami sepenuhnya menghormati prinsip kebebasan pers internasional. Namun, ketika Indonesia secara intensif diposisikan sebagai objek pemberitaan negatif, publik berhak mengkritisi apakah ini murni analisis ekonomi atau sudah mengarah pada pembentukan persepsi makro global,” ujar Rino di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca Juga:  Ahmad Wahyu Saputra Ajak Pemerintah Dukung Penuh Program KIPAN

Gelombang sorotan internasional ini menguat setelah media terkemuka Singapura, The Straits Times, merilis laporan bertajuk “Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip”. Laporan tersebut mengulas kekhawatiran pemodal asing terhadap arah kebijakan fiskal yang memicu aksi jual aset besar-besaran, hingga menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang terlemah di Asia.

Sentimen senada juga diangkat oleh The Business Times dan kantor berita Reuters. Analisis mereka bahkan menggambarkan adanya risiko doom loop atau lingkaran tekanan yang dapat memperburuk sentimen pasar. Rentetan tekanan ini sebelumnya sempat direspons Bank Indonesia (BI) melalui kebijakan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) guna menstabilkan volatilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Sosial, DPP AKPERSI Santuni Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta

Merespons rentetan rapor merah dari media asing tersebut, Rino mengimbau masyarakat untuk tetap objektif namun tidak kehilangan kepercayaan diri atas fundamental ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki modalitas ekonomi yang kuat, mulai dari kelimpahan sumber daya alam, ceruk pasar domestik yang luas, hingga posisi tawar strategis dalam rantai pasok global. Kita bukan negara kecil yang mudah goyah hanya oleh sebuah opini,” tegasnya.

Secara geopolitik ekonomi, Rino menganalisis bahwa Singapura memiliki keterikatan strategis yang sangat lekat dengan korporasi finansial Barat, termasuk Amerika Serikat. Alasan inilah yang membuat narasi dari pusat keuangan regional tersebut perlu disaring secara berlapis.

Meski demikian, AKPERSI menegaskan bahwa kritik ini tidak mengurangi rasa hormat Indonesia terhadap Singapura sebagai negara sahabat dan mitra strategis di lingkar ASEAN.

Baca Juga:  Sempat Dilawan, Eksekusi Aset Darussalam di Gotong Royong dan Way Halim Berakhir Disita

Melalui momentum ini, DPP AKPERSI mengajak seluruh komponen pers nasional untuk tetap memproduksi karya jurnalistik yang independen, berimbang, dan berorientasi pada ketahanan nasional demi menjaga optimisme di ruang publik.