Tulang Bawang Barat

Lampung ke-62: Dari Rajawali yang Berkilau Sampai Menjadi Penggerak Ekonomi Sumatera

×

Lampung ke-62: Dari Rajawali yang Berkilau Sampai Menjadi Penggerak Ekonomi Sumatera

Sebarkan artikel ini
Lampung ke-62: Dari Rajawali yang Berkilau Sampai Menjadi Penggerak Ekonomi Sumatera
Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung Tahun 2025 resmi dibuka pada Selasa, 31 Maret 2026. | Ist

Potensinews.id – Suasana penuh semangat dan kemeriahan menggema di Aula Utama Kantor Bupati Tulang Bawang Barat saat Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung Tahun 2025 resmi dibuka pada Selasa, 31 Maret 2026.

Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, dalam sambutannya tidak hanya menyampaikan ucapan penuh semangat, tetapi juga membacakan pesan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menyoroti capaian gemilang sekaligus arah pembangunan masa depan Provinsi Lampung sebagai “Penggerak Maju Indonesia Emas.”

Di hadapan ratusan undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah, tokoh adat dan agama, pemuda, hingga pelaku usaha, Wakil Bupati membuka sambutan dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Ia juga menegaskan bahwa perjalanan 62 tahun Lampung bukan sekadar catatan sejarah, melainkan hasil perjuangan kolektif menuju masa depan yang lebih baik.

Sepanjang tahun 2025, Provinsi Lampung mencatat berbagai pencapaian membanggakan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen dan regional Sumatera sebesar 4,81 persen. Sektor pertanian modern, perdagangan dinamis, serta industri pengolahan inovatif menjadi pendorong utama.

Baca Juga:  Ciptakan Inovasi, Pemprov Lampung dan IIB Darmajaya Susun Tindak Lanjut Kerja Sama Teknis

Tak hanya itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,66 persen pada September 2025, yang merupakan capaian terbaik dalam empat dekade terakhir. Hal ini menunjukkan keberhasilan berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sektor infrastruktur, sebanyak 52 ruas jalan provinsi dengan total panjang 66,2 kilometer serta 251 jembatan telah diperbaiki. Tingkat layanan jalan meningkat dari 78,81 persen menjadi 79,79 persen, sementara tingkat kerusakan jalan berhasil ditekan hingga 2,25 persen. Pada tahun 2026, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah guna memperkuat konektivitas ekonomi.

Program Desaku Maju juga memberikan dampak signifikan bagi sektor pertanian. Sebanyak 34 unit bed dryer telah membantu petani mengurangi kehilangan hasil panen hingga 7 persen, dan pada tahun mendatang akan ditambah 82 unit lagi. Selain itu, produksi pupuk hayati ditargetkan mencapai 1.500 titik pada 2026, menjadikan Lampung sebagai percontohan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga:  Tubaba Borong Penghargaan di Hari Ibu, Bukti Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Transformasi Lampung juga terlihat di sektor pendidikan. Dari yang dahulu dikenal sebagai “Tanah Rafflesia”, kini Lampung berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan di Sumatera, menarik mahasiswa dari berbagai daerah. Kebijakan penghapusan ujian komite sekolah serta penerapan nilai akhir minimal 70 persen turut meringankan beban siswa.

Komitmen pemerintah dalam tata kelola pemerintahan pun mendapat pengakuan melalui predikat “sangat baik” dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2025, menempatkan Lampung di antara 38 provinsi terbaik di Indonesia.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan, ditegaskan bahwa Lampung harus memiliki kemampuan adaptasi yang cepat di tengah dinamika global. Seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki rasa memiliki dan kesadaran terhadap tantangan, guna mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.”

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi melalui berbagai program unggulan seperti cek kesehatan gratis, Kartu Putih, serta sekolah gratis yang akan terus diperluas.

Baca Juga:  Kontroversi Seleksi Mahasiswa Baru, DPRD Lampung Panggil Poltekkes

Nuansa budaya turut mewarnai peringatan ini melalui pantun yang menggambarkan kekayaan adat Lampung:

Siger berkilau di bawah cahaya,
Kain tapis indah penuh makna
Semoga kita bisa maju bersama,
Menuju sejahtera sepanjang masa

Cangget agung di tengah balai,
Adat dijunjung sai turun-temurun
Selamat ulang tahun Lampung sai wawai,
Maju terus sepanjang tahun

Menutup sambutan, Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan momentum membangun masa depan yang lebih baik.

“Kita tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga membangun masa depan. Mari jadikan ini sebagai inspirasi untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dirgahayu Provinsi Lampung ke-62,” pungkasnya penuh semangat.