Potensinews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Way Kanan mengapresiasi pelaksanaan Open Turnamen Sepak Bola Negara Batin Cup yang digelar di Kampung Negara Batin, Kecamatan Negara Batin.
Turnamen tersebut diikuti 34 tim sepak bola dari berbagai daerah dan dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026.
Ketua KONI Way Kanan, Indra Septa Purnama, S.H., hadir langsung dalam pembukaan turnamen didampingi sejumlah jajaran pengurus, di antaranya Wakil Bendahara Evan Febrianto serta Bidang Pemuda dan Olahraga, Mahesa Putra.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimcam Negara Batin, Ketua MUI, Ketua ABDESI Kabupaten Way Kanan, serta Sekretaris Umum Karang Taruna Kabupaten Way Kanan, Anggi Subagyo.
Indra mengatakan, pelaksanaan turnamen menjadi bagian positif dalam mendorong masyarakat untuk gemar berolahraga sekaligus menerapkan pola hidup sehat.
“Pelaksanaan kegiatan ini sangat luar biasa dan wajib kita acungi jempol. KONI Kabupaten Way Kanan sangat mengapresiasi semangat panitia dan warga dalam memasyarakatkan olahraga,” ujar Indra.
Selain pelaksanaan turnamen, Indra turut mengapresiasi kesiapan fasilitas olahraga di Kampung Negara Batin. Menurutnya, kondisi lapangan yang tertata rapi serta dilengkapi pagar pembatas antara penonton dan area pertandingan dapat menjadi contoh bagi kampung lainnya.
“Fasilitas di Negara Batin cukup baik, lapangan sepak bolanya bagus, dan yang paling penting ada pembatas berupa pagar antara penonton dan area pertandingan. Hal ini sangat penting untuk menjaga ketertiban dan mencegah konflik atau kericuhan yang kerap terjadi dalam pertandingan sepak bola,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan adanya pagar pembatas, area pertandingan hanya dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan, seperti official, pemain cadangan, wasit, dan hakim garis.
Indra berharap konsep penataan fasilitas tersebut dapat diterapkan di kampung-kampung lain di Kabupaten Way Kanan. Menurutnya, fasilitas yang memadai dan tata kelola pertandingan yang baik akan membantu menciptakan suasana kompetisi yang aman dan sportif.
“Penataan seperti di Negara Batin ini bisa dijadikan contoh bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Way Kanan. Dengan tata kelola dan fasilitas yang aman, potensi kericuhan antarpenonton maupun pemain dapat diminimalisir sehingga pertandingan berjalan aman, sportif, dan kondusif,” pungkasnya.












