Lampung

Atasi Keterbatasan APBD, Sekdaprov Marindo Kurniawan Gandeng BI dan OJK Garap Pembiayaan Kreatif

×

Atasi Keterbatasan APBD, Sekdaprov Marindo Kurniawan Gandeng BI dan OJK Garap Pembiayaan Kreatif

Sebarkan artikel ini
Atasi Keterbatasan APBD, Sekdaprov Marindo Kurniawan Gandeng BI dan OJK Garap Pembiayaan Kreatif
Pemprov Lampung Bahas Skema Creative Financing Bersama BI & OJK

Potensinews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai merancang strategi pembiayaan alternatif di luar pos anggaran konvensional guna mempercepat pembangunan daerah.

Langkah ini diambil sebagai respons atas adanya kesenjangan pembiayaan (financing gap) antara tingginya kebutuhan program kerja dengan keterbatasan kapasitas fiskal APBD daerah.

Pematangan skema yang dikenal sebagai Creative Financing (pembiayaan kreatif) ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, di ruang kerjanya pada Senin, 8 Juni 2026.

Rapat lintas instansi tersebut dihadiri oleh jajaran kepala perangkat daerah terkait, perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Jadi Lokasi KKDN Unhan, Pemprov Lampung Beberkan Tantangan Ancaman Multidimensi

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan bahwa inovasi pembiayaan kolaboratif ini menjadi instrumen penting untuk mewujudkan visi Bersama Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045. Kehadiran lembaga otoritas keuangan dan perbendaharaan pusat diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan ekonomi regional.

“Artinya, Provinsi Lampung dalam upaya membangun daerah tidak berjalan sendirian. Kehadiran Bank Indonesia, OJK, dan DJPb memberikan penguatan yang sangat berarti untuk menjembatani keterbatasan ruang fiskal yang kita hadapi saat ini,” ujar Marindo.

Dalam kerangka kerja yang disusun, pembiayaan kreatif ini akan membidik sejumlah sektor strategis daerah. Mulai dari penguatan ketahanan pangan, program desaku maju, konektivitas dan logistik, hilirisasi industri, kawasan investasi, hingga proyek energi baru terbarukan (EBT) dan ketahanan iklim.

Baca Juga:  Wakil Gubernur Lampung Buka Acara Advokasi Keamanan Pangan Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya Berbasis Komunitas dan Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman

Marindo menjelaskan bahwa instrumen pendanaan alternatif yang akan didorong mencakup skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), perluasan investasi swasta murni, pembiayaan dari lembaga pembangunan, pemanfaatan instrumen pasar keuangan, hingga skema pembiayaan berkelanjutan berbasis lingkungan (green financing).

Melalui pemanfaatan ragam modal alternatif ini, Pemprov Lampung optimistis dapat memacu realisasi berbagai proyek strategis di sektor hilirisasi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, konektivitas logistik, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penerapan skema Creative Financing ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi instan penopang infrastruktur, melainkan mampu menstimulus masuknya investasi baru, membuka lapangan kerja yang luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi makro Lampung secara berkelanjutan.