Lampung

Ketua Kwarda Jihan Nurlela Ajak Alumni Jambore Nasional 1991 Rawat Nilai Kepramukaan

×

Ketua Kwarda Jihan Nurlela Ajak Alumni Jambore Nasional 1991 Rawat Nilai Kepramukaan

Sebarkan artikel ini
Ketua Kwarda Jihan Nurlela Ajak Alumni Jambore Nasional 1991 Rawat Nilai Kepramukaan
Wagub Jihan Nurlela Buka Rakernas Purna Jamnas 1991

Potensinews.id – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) di Gedung Dekranasda Provinsi Lampung, Sabtu, 20 Juni 2026.

Agenda itu menjadi wadah konsolidasi nasional untuk merumuskan program kerja sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Rakernas tahun ini mengusung tema “Nengah Nyappur Dalam Aksi: Bersatu, Berbaur, Berdampak”. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PJ91 Teguh Santosa serta perwakilan alumni purna peserta jambore dari berbagai wilayah di Indonesia.

Wagub Jihan, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, mengapresiasi eratnya ikatan persaudaraan para alumni yang tetap terjaga kokoh meski telah melewati waktu lebih dari tiga dekade.

Baca Juga:  Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Upacara Gabungan

“Nilai kepramukaan tidak boleh berhenti setelah kegiatan jambore selesai. Pengalaman puluhan tahun lalu harus terus tercermin dalam kepedulian sosial, budaya gotong royong, serta pengabdian di kehidupan bermasyarakat saat ini,” ujar Jihan.

Secara khusus, Jihan memuji penggunaan esensi budaya Lampung “Nengah Nyappur” dalam tema Rakernas. Konsep adat ini memiliki makna filosofis tentang seni membuka diri di dalam ruang sosial, hidup harmonis menghargai keberagaman, serta aktif berpartisipasi menyelesaikan problem kemasyarakatan.

Wagub berharap forum tertinggi PJ91 ini tidak sekadar menjadi ajang nostalgia, melainkan mampu menelurkan program kerja konkret, terutama dalam mengawal pendampingan generasi muda serta penguatan literasi kepanduan.

Senada, Ketua Umum PJ91, Teguh Santosa, menegaskan komitmen organisasi untuk menjadikan jaringan alumni Jamnas 1991 sebagai motor penggerak aksi kemanusiaan. Pihaknya mengajak seluruh anggota memperkokoh kolaborasi agar keberadaan organisasi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh publik.