Potensinews.id – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Fokus utama kini diarahkan pada pengendalian inflasi yang terukur serta dukungan masif terhadap Program Strategis Nasional (PSN) 3 Juta Rumah.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri secara virtual, diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Lampung, Senin, 13 April 2026.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan hasil positif, di mana pada minggu kedua April 2026, Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,88 persen. Penurunan indeks harga ini dipicu oleh melandainya harga komoditas utama seperti daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras.
“Capaian deflasi ini merupakan indikasi efektivitas langkah TPID di lapangan. Namun, kami tetap waspada terhadap dinamika harga di tingkat kabupaten/kota, khususnya Tanggamus dan Pesawaran yang mencatatkan kenaikan IPH,” ujar Bani Ispriyanto.
Menanggapi tantangan pasokan, Pemprov Lampung mengoptimalkan anggaran daerah untuk pengembangan kawasan aneka cabai seluas 300 hektare guna menutupi defisit produksi. Selain itu, stabilisasi harga terus dikebut melalui penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog sebanyak 1.742 ton dan distribusi 2,7 juta liter Minyakita ke pasar-pasar rakyat.
Di sisi lain, Pemprov Lampung juga bergerak cepat mendukung Program 3 Juta Rumah sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup warga. Tercatat, Lampung telah mengusulkan pembangunan baru sebanyak 22.189 unit rumah serta peningkatan kualitas terhadap 10.434 unit rumah tidak layak huni (RTLH) melalui aplikasi SIBARU.
“Kami mendorong seluruh kabupaten/kota untuk mengintegrasikan program perumahan ini dalam APBD 2026 dan 2027. Sinergi ini penting agar pengentasan rumah tidak layak huni dapat berjalan inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan perpaduan manajemen stok pangan yang solid dan percepatan infrastruktur pemukiman, Pemprov Lampung optimistis ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Ruwa Jurai akan terus meningkat di tengah dinamika nasional.












