Sulawesi Utara

Ground Breaking Pelabuhan Tahuna Jadi Langkah Strategis Penguatan Konektivitas Perbatasan

×

Ground Breaking Pelabuhan Tahuna Jadi Langkah Strategis Penguatan Konektivitas Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Ground Breaking Pelabuhan Tahuna Jadi Langkah Strategis Penguatan Konektivitas Perbatasan
Pemancangan tiang (ground breaking) rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Nusantara Tahuna resmi dimulai sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah perbatasan. | Ist

Potensinews.id — Pemancangan tiang (ground breaking) rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Nusantara Tahuna resmi dimulai sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah perbatasan. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kelurahan Batulewehe, Kecamatan Tahuna Timur.

Dimulainya rehabilitasi pelabuhan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan infrastruktur transportasi laut, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas perhatian yang diberikan kepada wilayah perbatasan melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Menurutnya, transportasi laut memiliki peran yang sangat strategis bagi masyarakat Kepulauan Sangihe karena menjadi sarana utama yang menghubungkan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas masyarakat antarpulau.

“Laut bukanlah pemisah, melainkan penghubung yang mempersatukan berbagai aktivitas masyarakat,” ujar Michael Thungari.

Ia menegaskan bahwa pelabuhan merupakan simpul transportasi yang memiliki fungsi vital sebagai gerbang keluar masuk orang dan barang sekaligus menjadi penghubung antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun daerah lain di Indonesia.

Baca Juga:  BNN Sangihe Gencarkan Edukasi Narkoba di 30 Sekolah

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe meyakini peningkatan kualitas infrastruktur pelabuhan akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari kelancaran distribusi barang, penurunan biaya logistik, kemudahan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, hingga terbukanya peluang investasi baru.

Bupati juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut agar menjaga profesionalisme, kualitas pekerjaan, dan keselamatan kerja sehingga seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan.

Selain itu, ia mengajak masyarakat sekitar untuk mendukung dan berpartisipasi aktif selama proses rehabilitasi berlangsung agar pekerjaan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan daerah.

Sementara itu, Koordinator SMRT UPP Kelas II Tahuna, Melfrid Palenewen, menjelaskan bahwa total anggaran rehabilitasi fasilitas pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai sekitar Rp150 miliar.

Baca Juga:  103 Kepala Sekolah di Sangihe Ikuti Bimtek Penguatan Kepimpinan

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp90 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna, sedangkan Rp60 miliar diperuntukkan bagi rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Matutuang.

Menurutnya, UPP Kelas II Tahuna menargetkan pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Tahuna dapat selesai tepat waktu pada akhir tahun 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna meliputi perbaikan berbagai fasilitas laut dan darat, antara lain dermaga, trestle, area parkir, sistem penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya. Sementara itu, rehabilitasi Pelabuhan Matutuang mencakup perbaikan dermaga, trestle, fasilitas darat, dan sarana pendukung pelabuhan.

UPP Kelas II Tahuna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe atas dukungan dan perhatian terhadap pembangunan sektor transportasi laut.

Di sisi lain, pihak UPP Kelas II Tahuna meminta pengertian masyarakat atas kemungkinan gangguan teknis maupun penyesuaian aktivitas selama proses rehabilitasi berlangsung.

“Kami mohon maaf apabila selama proses rehabilitasi terdapat gangguan teknis maupun pengalihan aktivitas penumpang. Hal ini dilakukan demi kelancaran pekerjaan dan keselamatan bersama selama pembangunan berlangsung,” ujar Melfrid.

Baca Juga:  Bank SulutGo Tahuna Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Pelayanan

Ia optimistis rehabilitasi pelabuhan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelayanan publik, efisiensi distribusi barang, pertumbuhan sektor usaha, serta membuka peluang investasi yang lebih luas di wilayah perbatasan.

Keberhasilan proyek ini, lanjutnya, membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, dan pihak pelaksana pekerjaan.

Dengan dimulainya rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tahuna, UPP Kelas II Tahuna berharap sistem transportasi laut di Kepulauan Sangihe semakin andal, konektivitas antarwilayah semakin kuat, serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ground breaking tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe, unsur Forkopimda, instansi vertikal, jajaran TNI-Polri, pihak kontraktor pelaksana, tokoh agama, serta jajaran UPP Kelas II Tahuna.