Potensinews.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 4 Tahuna resmi ditutup dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pada Jumat, 17 Juli 2026.
Mengusung tema “Bersama Membangun Generasi Berkarakter, Disiplin, Bebas Narkoba, Taat Hukum, dan Siap Berpartisipasi”, seluruh rangkaian kegiatan MPLS dirancang untuk membentuk karakter peserta didik sekaligus memperkenalkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kepala SMP Negeri 4 Tahuna, Detje Pattyranie, S.Pd., mengatakan pihak sekolah menggandeng sejumlah instansi dalam memberikan pembekalan kepada siswa, tidak hanya bagi peserta didik baru, tetapi juga siswa kelas VIII dan IX.
Materi disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Polres Kepulauan Sangihe.
BNN memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan zat adiktif, Kejaksaan Negeri menyampaikan materi tentang penggunaan media sosial secara bijak, sedangkan Polres Kepulauan Sangihe memberikan sosialisasi terkait disiplin berlalu lintas, perlindungan anak dari perundungan (bullying), bahaya narkoba, serta dampak hukum bagi anak yang terlibat tindak pidana.
“Peserta didik kami pada tahun 2026 berjumlah 47 siswa. Pihak sekolah mengikutsertakan seluruh siswa, bukan hanya siswa baru, tetapi juga siswa kelas VIII dan IX untuk mengikuti materi tersebut,” ujar Pattyranie.
Ia menjelaskan, tahun ini SMP Negeri 4 Tahuna membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan total 47 peserta didik baru. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, setelah sebanyak 20 siswa kelas IX dinyatakan lulus.
Selain menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, dewan guru juga memberikan materi mengenai konsep MPLS Ramah yang mengedepankan suasana belajar tanpa tekanan, intimidasi, maupun perpeloncoan.
“Sekarang anak-anak lebih riang dan gembira saat mengikuti MPLS. Harapan kami, peserta didik baru dapat memahami budaya sekolah sejak awal,” katanya.
Pattyranie menambahkan, pada awal tahun ajaran pihak sekolah juga melaksanakan asesmen bersama orang tua untuk mengenali karakter, kebiasaan, dan kondisi peserta didik, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.
“Melalui asesmen awal ini kami dapat mengetahui karakter setiap anak sehingga menjadi pegangan dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.
“Saya juga mengingatkan kepada orang tua bahwa pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga bersama keluarga. Di sekolah mereka belajar sekitar tujuh hingga delapan jam, selebihnya anak bersama orang tua,” tegasnya.
Menurut Pattyranie, asesmen juga berhasil mengidentifikasi berbagai potensi peserta didik, seperti kemampuan di bidang seni dan musik, termasuk menemukan siswa yang masih mengalami kendala dalam kemampuan berbicara sehingga membutuhkan pendampingan khusus.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan guru, dan tenaga kependidikan yang telah menyukseskan pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
Seluruh kegiatan MPLS dikemas dengan konsep ramah yang mengedepankan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, bebas dari kekerasan, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Pihak sekolah berharap seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki rasa percaya diri, serta tumbuh menjadi siswa yang aktif, kreatif, berprestasi, dan berkarakter.
SMP Negeri 4 Tahuna juga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagai tempat peserta didik bertumbuh, mengembangkan potensi terbaik, serta memperoleh pendidikan yang berkualitas.












