Potensinews.id — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake’U Banua Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Manajemen Risiko dan Kapabilitas Satuan Pengawas Intern (SPI) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Meeting Hotel Hayana, Selasa, 18 Agustus 2026, dan dilaksanakan selama dua hari, yakni 18–19 Agustus 2026.
Bimtek menghadirkan pemateri dari perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara dan diikuti pimpinan serta staf PDAM, unit pelaksana teknis, dan unit kerja lainnya. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki tata kelola perusahaan, mengoptimalkan pelayanan publik, serta mengantisipasi potensi kerugian operasional.
Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe, Teguh P. Salainti, mengatakan penerapan manajemen risiko secara terintegrasi dapat membantu organisasi mendeteksi potensi hambatan sejak dini.
“Manajemen risiko bukan hanya kewajiban administratif, tetapi instrumen penting untuk memastikan setiap pekerjaan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Melalui penerapan yang baik, kita dapat mengantisipasi potensi hambatan dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai target kerja,” kata Salainti.
Ia melanjutkan, Bimtek tersebut juga menjadi upaya meningkatkan kompetensi pegawai di seluruh unit kerja, khususnya dalam proses identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko. Dengan demikian, budaya sadar risiko di lingkungan perusahaan dapat tumbuh dan mendukung tata kelola yang lebih optimal.
Menurutnya, peran SPI tidak sekadar melakukan pengawasan terhadap kepatuhan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui audit berbasis risiko dan peningkatan akuntabilitas.
“Peran SPI bukan sekadar pengawasan kepatuhan, tetapi memberikan nilai tambah melalui audit berbasis risiko dan peningkatan akuntabilitas untuk memastikan setiap program kerja berjalan efektif dan transparan,” ujarnya.
Salainti menegaskan, penerapan dan pengelolaan risiko harus diintegrasikan ke seluruh unit kerja. Pengelolaan risiko bukan hanya menjadi tanggung jawab satu bagian, melainkan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan tata kelola, mengantisipasi ketidakpastian, dan mencapai target organisasi.
“Penerapan yang baik akan bermuara pada penguatan pengendalian internal serta akuntabilitas organisasi,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru sekaligus memperkuat komitmen seluruh pegawai Perumda Ake’U Banua dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko yang mengedepankan ketelitian, kehati-hatian, dan pengambilan keputusan yang tepat.
Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, perusahaan diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan serta menghadapi berbagai tantangan dengan lebih siap dan terukur.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap setiap individu di perusahaan dapat memahami pentingnya pengelolaan risiko yang baik dan mampu mengimplementasikan langkah-langkah preventif serta efektif dalam menghadapi potensi risiko di lingkungan operasional PDAM Ake’U Banua. Selain itu, peran SPI diharapkan dapat ditransformasikan dari sekadar pengawas kepatuhan menjadi mitra strategis dalam memberikan nilai tambah,” tutup Salainti.












