Sumatera Selatan

Dari Seragam Bekas Jadi Rupiah, Pusri Dorong Ibu-Ibu Kampung Sehati Berdaya

×

Dari Seragam Bekas Jadi Rupiah, Pusri Dorong Ibu-Ibu Kampung Sehati Berdaya

Sebarkan artikel ini
Dari Seragam Bekas Jadi Rupiah, Pusri Dorong Ibu-Ibu Kampung Sehati Berdaya
Ibu-ibu Kampung Sehati mengikuti pelatihan menjahit yang digelar PT Pusri Palembang, memanfaatkan seragam bekas menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular dan kemandirian masyarakat. (Potensinews.id)

Potensinews.id – PT Pusri Palembang terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, sekaligus lingkungan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Keterampilan Menjahit Kampung Sehati bertema “Jahit Kreatif, Mandiri Produktif”.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Kampung Sehati ini menyasar ibu-ibu masyarakat setempat. Pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan menjahit, tetapi juga mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan pakaian seragam bekas menjadi berbagai produk baru yang fungsional dan bernilai ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, seragam bekas yang sudah tidak digunakan diolah kembali dengan kreativitas dan keterampilan menjahit. Barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai tersebut disulap menjadi produk upcycle yang dapat dimanfaatkan kembali maupun dikembangkan sebagai produk yang memiliki potensi untuk dipasarkan.

Baca Juga:  Rehabilitasi Hutan dan DAS Diperkuat, BPDAS Musi Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Karhutla

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pusri mengurangi limbah tekstil sekaligus memperkenalkan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat. Peserta juga didorong untuk melihat barang bekas bukan sekadar limbah, melainkan sebagai bahan yang memiliki potensi untuk menghasilkan nilai tambah.

VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.

“Melalui Pelatihan Menjahit Kampung Sehati ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas sekaligus melihat peluang ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan. Baju seragam bekas dapat diolah menjadi produk baru yang fungsional dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Rahmawati.

Baca Juga:  Pusri Dorong Circular Economy, Bank Sampah Sehati di Palembang Berdayakan Warga

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip Creating Shared Value (CSV). Melalui pendekatan tersebut, program pemberdayaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai bersama melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pusri berharap pelatihan ini dapat mendorong masyarakat Kampung Sehati semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Produk hasil upcycle juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan mengusung semangat “Limbah Jadi Berkah, Sampah Jadi Rupiah”, Pusri terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular melalui kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.