Sumatera Selatan

Rehabilitasi Hutan dan DAS Diperkuat, BPDAS Musi Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Karhutla

×

Rehabilitasi Hutan dan DAS Diperkuat, BPDAS Musi Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi Hutan dan DAS Diperkuat, BPDAS Musi Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Karhutla
Bimbingan Teknis Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Wilayah Kerja BPDAS Musi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Beston Hotel Palembang, Rabu, 26 Agustus 2026. | Ist

Potensinews.id — Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan terus mendorong penguatan kolaborasi dalam upaya rehabilitasi hutan dan pemulihan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah kerjanya.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Bimbingan Teknis Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Wilayah Kerja BPDAS Musi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Beston Hotel Palembang, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 96 peserta dari berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan dan pengelolaan rehabilitasi DAS.

Bimbingan teknis menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pemahaman, serta meningkatkan sinergi para pihak dalam mendukung pelaksanaan rehabilitasi DAS. Melalui kolaborasi yang dibangun, pemerintah bersama para pihak diharapkan dapat terus memperluas kontribusi dalam pemulihan hutan dan lahan serta menjaga keberlanjutan fungsi DAS.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Ir. Sri Handayaningsih, M.Sc. Dalam arahannya, disampaikan bahwa rehabilitasi DAS memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan lingkungan serta pelaksanaan kegiatan pada kawasan hutan.

Baca Juga:  Bimtek Dana Desa di Lampung Selatan Diwarnai Dugaan Mark-up dan Konflik Kepentingan

Karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antara Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, serta para pihak yang terlibat dalam kegiatan rehabilitasi.

“Rehabilitasi DAS menjadi tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Kondisi lapangan terus mengalami dinamika, sementara akses terhadap lokasi rehabilitasi juga semakin beragam. Karena itu, kita perlu memperkuat koordinasi, memperbarui data dan peta, serta memastikan kondisi di lapangan dapat terpantau dengan baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi DAS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta para pihak lainnya, termasuk pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) yang turut berkontribusi melalui pelaksanaan rehabilitasi DAS.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya rehabilitasi hutan dan lahan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kegiatan rehabilitasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memulihkan kondisi hutan dan lahan serta mempertahankan fungsi DAS.

Baca Juga:  Remaja Cantik Amirah Aqilah Zahra Bersinar di Inagurasi Putra Putri Sumatera Selatan 2025

BPDAS Musi sebagai UPT Kementerian Kehutanan memiliki peran dalam mendorong koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan DAS di wilayah kerjanya. Pemutakhiran informasi kondisi lapangan dan peta menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan mengingat dinamika kondisi di lapangan yang cukup tinggi.

Informasi tersebut penting untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan rehabilitasi DAS.

Selain rehabilitasi, upaya menjaga keberhasilan pemulihan hutan dan lahan juga perlu didukung dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Penguatan mitigasi dan adaptasi, peningkatan patroli, serta percepatan pelaporan apabila ditemukan titik api menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kawasan hutan.

Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Rehabilitasi Hutan juga menyampaikan bahwa pelaksana kegiatan penanaman harus meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan mitigasi dan penanggulangan kebakaran di lokasi penanaman.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi, patroli, serta menyiapkan petugas yang siaga di lapangan untuk memantau kondisi secara berkala. Apabila ditemukan potensi atau kejadian kebakaran, kondisi tersebut harus segera dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pemangku kawasan untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga:  Unila Gelar Bimtek Digitalisasi Arsip, Langkah Maju Menuju Tata Kelola Arsip Modern

Bimbingan teknis ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan, dan BPDAS Musi. Materi dan pembahasan diarahkan untuk memperkuat pemahaman serta kapasitas para peserta dalam mendukung pengelolaan DAS dan pelaksanaan rehabilitasi hutan secara efektif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, BPDAS Musi mendorong semakin kuatnya sinergi dan kolaborasi para pihak, baik pemegang PPKH, pemangku kawasan, Dinas Kehutanan, maupun BPDAS, dalam mendukung agenda rehabilitasi hutan dan pemulihan DAS.

Kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan ekosistem, menjaga fungsi DAS, serta memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat secara berkelanjutan.

BPDAS Musi — Bersama Memulihkan Hutan, Menjaga DAS, dan Membangun Lingkungan yang Berkelanjutan.