Potensinews.id – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, memaparkan gagasan strategis dalam disertasinya yang berjudul “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar di Ballroom Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Kamis (12/02/2026).
Dalam paparannya, Firsada menegaskan bahwa penanganan radikalisme tidak bisa hanya bertumpu pada pendekatan keamanan semata. Ia menilai, upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai elemen.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Negara, akademisi, hingga masyarakat sipil harus bersinergi dalam membangun ketahanan ideologi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelitiannya, pencegahan radikalisme perlu dilakukan melalui strategi terintegrasi yang mencakup sektor pendidikan, pembinaan sosial-keagamaan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik, dengan metode studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta observasi terhadap dinamika sosial yang berkaitan dengan isu radikalisme.
Hasil kajian menunjukkan bahwa berkembangnya ideologi transnasional membutuhkan pendekatan pencegahan berbasis legitimasi sosial dan kultural atau intermediary approach. Pendekatan ini dijalankan melalui tahapan transformasi, transaksi, hingga proses transinternalisasi nilai dalam kehidupan masyarakat.
Melalui riset tersebut, Firsada berharap konsep internalisasi wawasan kebangsaan dan moderasi beragama dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan sosial serta menangkal penyebaran paham radikal di Indonesia.












