Potensinews.id — Kepala Biro SDM Kementerian Agama Republik Indonesia, Muhammad Zain, menekankan pentingnya pembenahan tata kelola kepegawaian dan penguatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rapat Kerja Pemantapan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026 UIN Raden Intan Lampung di Lamban Raden Intan, Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. Safari, M.Ag., dan dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Senat, hingga pimpinan unit kerja dan tenaga kependidikan.
Dalam paparannya, Muhammad Zain menyoroti persepsi publik terhadap birokrasi kepegawaian yang masih dianggap lambat dan kurang transparan. Ia mengakui, biro kepegawaian kerap dipersepsikan negatif karena berhubungan dengan penanganan disiplin ASN.
Menurutnya, salah satu langkah utama pembenahan adalah penerapan layanan publik berbasis digital. “Semua layanan publik harus berbasis digital dan sesuai dengan SOP serta standar pelayanan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap surat masuk harus ditindaklanjuti maksimal dalam 7 hari kerja dan paling lambat 14 hari untuk menghindari persepsi buruk di masyarakat.
Sebagai contoh, sistem kenaikan pangkat guru kini telah dapat diakses melalui aplikasi berbasis smartphone. Hal ini memudahkan ASN, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.
Selain digitalisasi, ia juga mendorong penerapan manajemen talenta (talent pool) berbasis merit system. Kebijakan ini merujuk pada regulasi terbaru untuk memastikan pengisian jabatan dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi.
“Menteri Agama telah menerbitkan KMA 1871 tentang manajemen talenta. Tujuannya menciptakan era meritokrasi, di mana individu dihargai berdasarkan kualitas, bukan kedekatan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kelancaran kenaikan pangkat ASN sebagai hak, serta pembenahan administrasi seperti pencantuman gelar akademik.
Di sisi lain, Zain mengajak kampus untuk kembali menjadi ruang lahirnya gagasan dan karya ilmiah. Ia menilai dinamika intelektual perlu dihidupkan kembali guna melahirkan teori dan pemikiran baru.
“Kampus harus melahirkan manusia-manusia yang otentik,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya budaya kerja efisien melalui prinsip “clean table”, yakni tidak adanya berkas yang tertunda dalam pelayanan.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, menyatakan dukungannya terhadap penguatan SDM dan tata kelola kepegawaian. Ia menilai arah kebijakan Kemenag selaras dengan kebutuhan pengembangan institusi, terutama dalam mendorong profesionalisme dan integritas ASN.
Rektor menegaskan bahwa sistem yang dibangun di lingkungan kampus mengedepankan merit system tanpa praktik transaksional.
“Kabinet yang kita bangun bersama ini berbasis merit system, tidak ada transaksi apapun,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya loyalitas terhadap regulasi pimpinan, soliditas tim, serta capaian kinerja terbaik sebagai fondasi kemajuan institusi.
Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penajaman program, termasuk dalam pengembangan kelembagaan. Salah satu target besar yang tengah dikejar adalah pendirian Fakultas Kedokteran.
“Dari 10 tahapan, tinggal satu langkah lagi menuju pendirian Fakultas Kedokteran. Ini menjadi harapan besar bagi masa depan kampus,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga kebersamaan dan menjalankan amanah dengan optimal demi mewujudkan visi besar kampus.












