Unila

Dari Ruang Kelas Unila ke Paris, Dahasrul Wujudkan Mimpi Berkarier Global

×

Dari Ruang Kelas Unila ke Paris, Dahasrul Wujudkan Mimpi Berkarier Global

Sebarkan artikel ini
Dari Ruang Kelas Unila ke Paris, Dahasrul Wujudkan Mimpi Berkarier Global
Dahasrul, alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Unila angkatan 2014. | Unila

Potensinews.id – Paris kerap dikenal sebagai kota romantis dengan Menara Eiffel dan Museum Louvre yang megah. Namun bagi Dahasrul, Paris bukan sekadar destinasi wisata.

“Saya ingin berkarier di negara orang, bukan hanya datang sebagai turis,” ujarnya.

Dahasrul merupakan alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung (Unila) angkatan 2014. Sejak 2019, ia menetap di Paris, Prancis.

Saat ini, Dahasrul tengah menyelesaikan studi magister, bekerja sebagai Assistant Manager di salah satu perusahaan lokal, serta merangkap sebagai pemandu wisata bagi wisatawan Indonesia yang berlibur ke Eropa.

Keputusan merantau ke luar negeri lahir dari dorongan keluarga. Menurut Dahasrul, sosok yang paling memotivasi adalah almarhum ibunya.

“Faktor utama yang mendorong saya adalah keluarga, terutama almarhum ibu saya. Saya ingin membuat beliau bangga dan meng-upgrade diri saya dengan ilmu dan pengalaman,” tuturnya.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Berebut Kursi Unila Lewat Ujian Mandiri 2025

Tekad tersebut membulatkan langkahnya untuk mengejar mimpi berkarier di luar negeri. Paris dipilih sebagai tempat berkembang karena dinamika kota besarnya yang dinilai mampu membentuk mental kompetitif.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Paris, Dahasrul mengaku langsung merasakan kesan mendalam.

“Suasananya sangat romantis, banyak tempat bersejarah dan ikonik seperti Menara Eiffel, Museum Louvre, hingga Champs Élysées,” ujarnya.

Namun di balik keindahan kota tersebut, tantangan budaya dan sistem kerja menjadi ujian tersendiri. Saat ini, Dahasrul bekerja di bidang manajerial yang sejalan dengan studi magisternya.

Latar belakang Pendidikan Bahasa Prancis menjadi kunci utama perjalanan akademik dan profesionalnya.

“Pekerjaan dan perkuliahan saya seratus persen menggunakan bahasa Prancis. Kalau dulu saya tidak mengambil jurusan Bahasa Prancis, mungkin saya tidak akan sampai ke Prancis,” ungkapnya.

Baca Juga:  Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA., IPM Terpilih Sebagai Rektor Universitas Lampung 2023-2027

Perjalanan studi dan kariernya diawali melalui program pertukaran budaya. Selama satu tahun, ia mempelajari bahasa dan budaya Prancis sebagai bekal adaptasi.

Setelah itu, ia melanjutkan studi magister sambil bekerja melalui program studi kerja dari pemerintah Prancis.

“Program ini memungkinkan saya bertahan di dunia kerja sekaligus pendidikan,” jelasnya.

Menurut Dahasrul, adaptasi budaya menjadi tantangan terbesar. Ia menilai masyarakat Eropa sangat menghargai waktu dan berbicara secara lugas.

“Kalau bagus, mereka bilang bagus. Kalau tidak, ya mereka bilang tidak,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dahasrul memilih berbaur langsung dengan masyarakat lokal agar lebih cepat memahami pola pikir dan budaya setempat. Lingkungan Prancis memberinya pengalaman hidup yang membentuk karakter hingga saat ini.

Baca Juga:  Unila Matangkan Rencana Operasional RSPTN, Siap Jadi Pusat Kesehatan Unggulan di Lampung

Ia juga merasakan kuatnya nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Prancis, yakni Liberté (kebebasan), Égalité (kesetaraan), dan Fraternité (persaudaraan). Semboyan yang lahir dari Revolusi Prancis ini mencerminkan kehidupan masyarakat yang menjunjung kebebasan, persamaan di hadapan hukum, serta saling menghormati sebagai sesama warga.

Bagi Dahasrul, perjalanan dari ruang kelas Unila hingga Paris merupakan pertemuan antara kerja keras dan kesempatan.

“Tidak ada yang terlalu spesial, saya hanya selalu percaya dengan mimpi saya sendiri,” pungkasnya.

Ia berharap kisah hidupnya dapat memotivasi mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung, untuk berani bermimpi dan aktif mencari peluang hingga ke tingkat global.