Pendidikan

Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Wadah Ekspresi dan Kreativitas Siswa Kelas XII

×

Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Wadah Ekspresi dan Kreativitas Siswa Kelas XII

Sebarkan artikel ini
Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Wadah Ekspresi dan Kreativitas Siswa Kelas XII
Suasana meriah penutupan Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung di Taman Budaya Lampung, Selasa (13/1/2026). Foto: Ist

Potensinews.id — SMAN 3 Bandar Lampung kembali menggelar agenda tahunan Pentas Seni (Pensi) sebagai ajang unjuk kreativitas sekaligus ruang ekspresi seni bagi peserta didik. Kegiatan ini berlangsung di Taman Budaya Lampung, Selasa (13/1/2026), dan diikuti seluruh siswa kelas XII.

Sebanyak 10 kelas, mulai dari XII-1 hingga XII-10, ambil bagian dengan menampilkan beragam karya seni, seperti seni peran, seni suara, seni tari, seni musik, hingga seni rupa. Setiap penampilan disuguhkan secara totalitas, mencerminkan proses latihan panjang serta semangat kolaborasi antarsiswa.

Sejumlah pementasan berhasil mencuri perhatian penonton, di antaranya drama tradisi Dracin berjudul Lahirnya Dewi Rembulan, pertunjukan Aladin, serta berbagai karya seni lain yang dikemas secara kreatif dan atraktif.

Kepala SMAN 3 Bandar Lampung, Tri Winarsih, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga atas dedikasi dan kerja keras para siswa dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Pentas seni ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan potensi seni yang mereka miliki. Kami sangat bangga melihat antusiasme, kedisiplinan, serta semangat mereka dalam berkarya dan bekerja sama,” ujar Tri Winarsih dalam sambutannya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Bandar Lampung Gelar PIP dan Sholat Berjamaah Bersama Warga

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pentas seni telah dipersiapkan sejak jauh hari dan dirancang tanpa mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

“Seluruh rangkaian kegiatan sudah kami atur dengan baik. Latihan dilakukan secara terjadwal sehingga tidak mengganggu KBM. Justru kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter dan kreativitas siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tri Winarsih menyebutkan bahwa pentas seni tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran manajemen acara bagi siswa yang terlibat dalam kepanitiaan.

“Anak-anak belajar mengelola kegiatan, bekerja dalam tim, mengatur waktu, hingga bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sebelum lulus,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh wali murid siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026, guru, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran orang tua memberikan dukungan moral sekaligus apresiasi atas hasil karya putra-putri mereka.

Baca Juga:  Klinik Aero Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Bakti Sosial SDIT Permata Bunda

Salah satu penampilan yang mendapat sambutan paling meriah datang dari pementasan Dracin Lahirnya Dewi Rembulan. Pertunjukan ini dinilai berhasil memadukan alur cerita, akting, tata artistik, dan penghayatan peran secara matang sehingga memukau penonton yang memadati gedung pertunjukan.

“Respons penonton sangat luar biasa. Banyak yang memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan siswa,” ungkap Tri Winarsih.

Salah satu penari, Arsy, mengaku bangga bisa terlibat dalam pementasan tersebut meski harus menjalani latihan intensif.

“Kami latihan cukup lama dan melelahkan, tetapi semuanya terbayar saat tampil di panggung dan mendapat apresiasi dari penonton. Ini pengalaman yang tidak akan kami lupakan,” ujar Arsy.

Hal senada disampaikan Mei Mei, penari lainnya, yang menyebut pentas seni menjadi momentum penting untuk melatih kepercayaan diri.

Baca Juga:  Program Guru Kejuruan Magang Lahirkan Lulusan SMK Lampung Siap Kerja di Iduka

“Awalnya sempat gugup, tetapi setelah tampil rasa percaya diri kami meningkat. Pentas seni ini mengajarkan kami untuk berani tampil, bekerja sama, dan menghargai proses,” kata Mei Mei.

Apresiasi juga datang dari para penonton yang memadati gedung pertunjukan. Tepuk tangan panjang mengiringi hampir setiap penampilan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa.

Melalui kegiatan pentas seni ini, pihak sekolah berharap siswa dapat terus mengembangkan minat dan bakat seni mereka, sekaligus menjadikan pengalaman tersebut sebagai kenangan dan pembelajaran berharga menjelang kelulusan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa yang kreatif, percaya diri, dan berbudaya,” pungkas Tri Winarsih.