Pendidikan

MPLS SMAN 1 Tanjungsari Bekali Siswa Etika Bermedia Sosial dan Jejak Digital

×

MPLS SMAN 1 Tanjungsari Bekali Siswa Etika Bermedia Sosial dan Jejak Digital

Sebarkan artikel ini
MPLS SMAN 1 Tanjungsari Bekali Siswa Etika Bermedia Sosial dan Jejak Digital
Pemimpin Perusahaan Ruangpena.com, Yudi Pratama, menyampaikan materi tentang sopan santun bermedia sosial dan jejak digital kepada peserta didik baru SMAN 1 Tanjungsari dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. (Foto: Istimewa)

Potensinews.id – Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, SMAN 1 Tanjungsari menghadirkan materi literasi digital bagi 216 peserta didik baru. Materi bertajuk Sopan Santun Bermedia Sosial dan Jejak Digital itu diberikan sebagai bekal agar para siswa mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, menghadirkan Pemimpin Perusahaan Ruangpena.com, Yudi Pratama, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Yudi mengajak para siswa memahami pentingnya membangun budaya digital yang positif. Ia menekankan bahwa media sosial bukan sekadar ruang berinteraksi, tetapi juga menjadi rekam jejak yang dapat memengaruhi masa depan seseorang.

“Media sosial bukan hanya tempat untuk berinteraksi, tetapi juga menjadi cerminan karakter seseorang. Apa yang kita unggah hari ini bisa menjadi penilaian di masa depan, baik saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak, santun, dan bertanggung jawab,” ujar Yudi.

Baca Juga:  SMAN 11 Palembang Sambut 430 Siswa Baru Lewat MPLS Tematik RAMAH

Selain membahas etika berkomunikasi di media sosial, peserta juga diberikan pemahaman mengenai jejak digital, pentingnya menjaga privasi, serta bahaya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan cyberbullying.

Siswa Antusias Mengikuti Materi

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta didik tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan media sosial.

Salah satu peserta MPLS, Kiki, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari materi tersebut.

“Materinya sangat menarik karena kami jadi tahu kalau jejak digital itu tidak bisa dihapus begitu saja. Saya juga belajar bagaimana menggunakan media sosial dengan sopan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Menurut Kiki, edukasi seperti ini sangat penting karena media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar.

Baca Juga:  Konferensi Kerja II PGRI Kota Bandar Lampung

Bangun Karakter di Era Digital

Kepala SMAN 1 Tanjungsari, Mei Linawati, S.Pd., M.M., mengatakan literasi digital menjadi salah satu materi prioritas dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin peserta didik baru memahami bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bertanggung jawab. Di era digital seperti sekarang, karakter yang baik harus tercermin, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” kata Mei Linawati.

Ia berharap para siswa memiliki kesadaran untuk menjaga etika, menghargai sesama, serta memahami bahwa setiap aktivitas di dunia digital akan meninggalkan jejak yang dapat memengaruhi masa depan.

Baca Juga:  Hadirkan Narasumber dari UGM, Prodi Teknik Informatika IIB Darmajaya Gelar Workshop Pembuatan Media Ajar

Mei Linawati juga mengapresiasi kehadiran narasumber dari Ruangpena.com yang telah berbagi pengalaman dan wawasan kepada peserta didik.

“Kami berharap materi seperti ini dapat menjadi bekal bagi siswa agar mampu menjadi generasi yang cerdas secara digital, kritis dalam menerima informasi, serta bijak menggunakan media sosial,” tambahnya.

Melalui materi tersebut, SMAN 1 Tanjungsari ingin memastikan MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter dan literasi digital peserta didik. Dengan bekal itu, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika, integritas, dan tanggung jawab sebagai warga digital.