Way Kanan

Ervin, Atlet Kabaddi Lampung yang Sabet Medali di Pra-SEA Games dan SEA Games 2025

×

Ervin, Atlet Kabaddi Lampung yang Sabet Medali di Pra-SEA Games dan SEA Games 2025

Sebarkan artikel ini
Ervin, Atlet Kabaddi Lampung yang Sabet Medali di Pra-SEA Games dan SEA Games 2025
Ervin, Atlet Kabaddi asal Kampung Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. | Ist

Potensinews.id – Nama Ervin kini mulai diperhitungkan di kancah olahraga nasional hingga internasional. Atlet muda berbakat asal Kampung Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung ini membuktikan bahwa dedikasi, disiplin, dan kerja keras mampu membawa putra daerah bersaing di panggung dunia.

Lahir pada 10 Mei 1999, Ervin memiliki motivasi kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Baginya, setiap tetes keringat di lapangan adalah bagian dari perjuangan untuk mencatatkan namanya dalam sejarah perkembangan olahraga Kabaddi, khususnya di tanah kelahirannya, Lampung.

Meski aktif berprestasi di lapangan, Ervin tetap memprioritaskan pendidikan. Ia bercita-cita menjadi tenaga pendidik sekaligus pelatih agar dapat menularkan ilmu dan pengalaman kepada generasi berikutnya.

Baca Juga:  KoPI Tegas Bersama Palestina, Anggotanya Jadi Saksi Semangat Solidaritas di Lampung

Riwayat pendidikan Ervin:

  • SD N 1 Gisting Jaya
  • SMPN 2 Negara Batin
  • SMKN 1 Negara Batin
  • S1 di Universitas Lampung
  • Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Sriwijaya

Daftar Prestasi Gemilang

Dalam waktu relatif singkat, Ervin telah mengoleksi sejumlah capaian membanggakan:

Tingkat Nasional:

  • Eksibisi PON Papua 2021 – Medali Perunggu pada Pekan Olahraga Nasional
  • Peserta PON Aceh-Sumut 2024 – Perempat Final

Tingkat Internasional:

  • Bangabandhu Cup, Bangladesh 2024 – Partisipan Nasional
  • Pra-SEA Games, Malaysia 2025 – 1 Emas dan 1 Perak
  • SEA Games 2025 – 1 Perak dan 1 Perunggu

Apa Itu Kabaddi?

Bagi sebagian masyarakat, kabaddi mungkin masih terdengar asing. Olahraga ini berasal dari wilayah Tamil Nadu, India, dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari tujuh pemain.

Baca Juga:  Bupati Ayu Pastikan Jalan Simpang Neki–Banjit Diperbaiki Tahun 2026

Cara bermainnya cukup unik dan menantang. Seorang penyerang atau raider harus masuk ke area lawan, menyentuh pemain bertahan, lalu kembali ke wilayahnya sendiri dalam waktu maksimal 30 detik. Tantangan terbesarnya, sang raider harus melakukannya sambil menahan napas atau terus mengucapkan kata “kabaddi” sebagai tanda tidak mengambil napas saat melakukan serangan.

Sebagai atlet dari cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Indonesia, Ervin berharap dukungan yang lebih luas, baik secara moral maupun material, dari masyarakat dan pemerintah.

“Kabaddi punya peluang yang sangat besar untuk berkembang. Saya berharap dukungan pengembangan olahraga ini terus mengalir agar kita bisa terus bersaing di event-event selanjutnya,” ungkap Ervin.