Tanggamus

Dua Bersaudara Yatim Piatu di Tanggamus Tinggal di Rumah Rapuh, Butuh Bantuan Bedah Rumah

×

Dua Bersaudara Yatim Piatu di Tanggamus Tinggal di Rumah Rapuh, Butuh Bantuan Bedah Rumah

Sebarkan artikel ini
Dua Bersaudara Yatim Piatu di Tanggamus Tinggal di Rumah Rapuh, Butuh Bantuan Bedah Rumah
Dua bersaudara yatim piatu di Pekon Tekhuggak Cenggala, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan menempati rumah yang jauh dari kategori layak huni. | Ist

Potensinews.id — Dua bersaudara yatim piatu di Pekon Tekhuggak Cenggala, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan menempati rumah yang jauh dari kategori layak huni.

Rumah berdinding kayu papan yang sudah lapuk dan berlubang itu tampak rapuh serta tidak mampu memberikan perlindungan yang layak bagi penghuninya. Ironisnya, rumah tersebut dihuni oleh dua anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya.

Kondisi rumah yang memprihatinkan itu telah mereka jalani selama satu tahun terakhir sejak sang ibu meninggal dunia. Sebelumnya, mereka juga sudah lebih dahulu kehilangan ayahnya.

Dengan keadaan rumah yang tidak layak huni, kedua bersaudara itu terpaksa bertahan menghadapi cuaca hujan dan hawa dingin yang masuk melalui celah-celah dinding rumah saat malam hari.

Baca Juga:  Kwarcab Pramuka Tanggamus Gelar Perkemahan Serentak Sambut Hari Pramuka ke-64

Beberapa tahun lalu, rumah tersebut merupakan rumah panggung. Namun dalam setahun terakhir, bangunan itu diubah menjadi rumah depok dengan kondisi seadanya akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Keluarga tersebut sebelumnya berasal dari wilayah Umbulan dan kemudian pindah ke Pekon Tekhuggak Cenggala setelah kedua orang tua mereka membeli sebidang tanah sederhana untuk tempat tinggal beberapa tahun silam.

Sejumlah bantuan dari pihak pekon disebut pernah diterima keluarga tersebut, termasuk bantuan sembako. Pemerintah pekon juga mengaku akan membantu mempermudah seluruh persyaratan agar kedua anak yatim piatu itu segera memperoleh bantuan perbaikan rumah sehingga dapat kembali tinggal di hunian yang layak.

Saat ini, kedua anak yatim piatu tersebut berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan bekerja sebagai buruh tani.