Potensinews.id – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tampil sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (14/02/2026).
Forum nasional bergengsi ini dihadiri pelaku usaha desa dari seluruh Indonesia dan menjadi panggung strategis bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan konsep pembangunan desa berbasis pariwisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang investasi daerah.
Dalam paparannya, Bupati Egi mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.” Ia menekankan bahwa setiap desa memiliki karakteristik unik sehingga kebijakan pembangunan harus disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.
“Semua desa di Indonesia punya keunggulan masing-masing. Tidak bisa kita pukul rata. Kita harus melihat potensi lokalnya, lalu kita dorong agar menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Bupati Egi di hadapan peserta Rakernas.
Bupati Egi memaparkan, Kabupaten Lampung Selatan mencatat sekitar 1,6 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025, namun kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih di angka 1,2 persen, karena rata-rata lama tinggal wisatawan hanya sekitar tiga jam.
Kondisi tersebut menjadi peluang investasi, khususnya di sektor hotel, restoran, kafe, dan homestay yang masih terbuka luas. Pemerintah daerah juga terus membenahi aksesibilitas dan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan konektivitas ekonomi desa.
“Tahun 2025 kami menyelesaikan pembangunan jalan hampir 270,9 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan ekonomi desa dan destinasi wisata,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Egi memperkenalkan konsep agroeduwisata yang tengah dikembangkan di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Konsep ini mengintegrasikan pertanian dengan pariwisata untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan.
“Kita ingin produksi pertanian tetap berjalan, namun memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata. Model ini sedang kami dorong di beberapa desa,” tambahnya.
Rakernas APUDSI yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Februari 2026, juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-1 organisasi tersebut. Mengusung tema “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa,” kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha desa dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui forum nasional ini, Bupati Egi berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha desa semakin kuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan.













