Potensinews.id – Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, M.P, membuka kegiatan Pelatihan Groundcheck (GC) Penerima Bantuan Iuran (PBI) Tahap II di Ruang Rapat Payung Agung Lantai 4, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Barat, Ervina Yolanda, S.ST., para anggota PBI, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutan Bupati yang disampaikan oleh Asisten II, Zukri Amin menjelaskan bahwa program Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah agar setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak.
“Namun kita semua memahami, sebesar apa pun komitmen pemerintah, tanpa didukung oleh data yang akurat dan mutakhir, maka kebijakan yang baik pun berpotensi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, kegiatan groundcheck peserta nonaktif PBI ini memiliki arti yang sangat penting,” ujar Zukri Amin.
Ia menegaskan bahwa kegiatan groundcheck bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian penting dalam memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Zukri Amin juga menyoroti peran strategis para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi ujung tombak pemerintah di lapangan.
Menurutnya, para pendamping tidak hanya bertugas mengumpulkan data, tetapi juga menjadi representasi negara yang hadir langsung di tengah masyarakat.
“Ketelitian, kejujuran, dan integritas dalam menjalankan tugas akan sangat menentukan kualitas data yang kita hasilkan,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar proses verifikasi dan validasi data dapat berjalan secara objektif, profesional, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Zukri Amin menekankan bahwa kualitas data akan sangat menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan pemerintah.
“Data yang akurat akan melahirkan keputusan yang tepat, dan keputusan yang tepat akan menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman teknis, memperkuat koordinasi, dan membangun komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.
“Mari kita jaga integritas, junjung tinggi kejujuran, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.













