Pesisir Barat

Bupati Dedi Irawan Usulkan Pelaksanaan Kakiceran Dimulai Lebih Awal Demi Kesehatan Penari

×

Bupati Dedi Irawan Usulkan Pelaksanaan Kakiceran Dimulai Lebih Awal Demi Kesehatan Penari

Sebarkan artikel ini
Bupati Dedi Irawan Usulkan Pelaksanaan Kakiceran Dimulai Lebih Awal Demi Kesehatan Penari
Bupati Pesibar Dedi Irawan.

Potensinews.id – Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menghadiri malam penutupan tradisi Kakiceran yang digelar di Pekon Kuripan, Kecamatan Pesisir Utara, Kamis malam, 26 Maret 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Para Sai Batin dan Ulama ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian adat istiadat yang telah menjadi identitas daerah.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Armen Qodar, S.P., M.M., Staf Ahli Bupati, perwakilan Kepala OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan pemuda-pemudi Pekon Kuripan yang antusias menyaksikan prosesi adat tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan mengawali dengan ucapan selamat Idulfitri 1447 H. Ia menekankan rasa bangganya terhadap tradisi Kakiceran yang telah secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Pesisir Barat sejak tahun 2016.

Baca Juga:  Pasangan Dedi Irawan-Topani Resmi Daftar ke KPU Pesisir Barat

“Ini adalah pengakuan bahwa Kakiceran memiliki nilai luhur yang harus kita jaga bersama. Tradisi ini adalah kekayaan khas wilayah Pugung, khususnya di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong, yang dijaga dengan setia oleh tiga marga: Marga Pugung Tampak, Marga Pugung Penengahan, dan Marga Pugung Malaya,” ungkap Bupati Dedi.

Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membiarkan warisan leluhur ini tergerus oleh zaman. Sebaliknya, masyarakat harus semakin bersemangat menjaga keberlangsungannya agar tetap menjadi kebanggaan generasi mendatang.

Lebih lanjut, Bupati memberikan catatan strategis terkait teknis pelaksanaan di masa depan. Beliau menyarankan agar prosesi Kakiceran dapat dimulai lebih awal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para penari, terutama generasi muda, tanpa mengurangi nilai dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga:  Peratin Pekon Pajar Bulan Salurkan BLT-DD Tahap 1 TA 2024

“Mari kita jadikan Kakiceran bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta budaya, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” pungkas Bupati.