Berita

Mandiri ke Gubernur Cup, Pendekar Banten Metro Sentil Minimnya Peran Pemkot dalam Pembinaan

×

Mandiri ke Gubernur Cup, Pendekar Banten Metro Sentil Minimnya Peran Pemkot dalam Pembinaan

Sebarkan artikel ini
Mandiri ke Gubernur Cup, Pendekar Banten Metro Sentil Minimnya Peran Pemkot dalam Pembinaan
Ketua Pendekar Banten Metro Tb Ismail, SH kritik minimnya dukungan Pemkot Metro bagi 50 atlet silat yang akan berlaga mandiri di Gubernur Cup 2026.

Potensinews.id – Di tengah minimnya dukungan fasilitas dari otoritas daerah, DPD Pendekar Banten Kota Metro tetap menunjukkan komitmen baja dalam pelestarian budaya.

Sebanyak 50 atlet pencak silat dipastikan berangkat mengikuti Kejuaraan Gubernur Cup yang akan dihelat pada 17–19 April 2026 di GOR Sumpah Pemuda (GSP), Way Halim, Bandar Lampung.

Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail S., S.H., menegaskan bahwa keberangkatan puluhan pendekar muda ini murni hasil swadaya dan perjuangan mandiri organisasi. Ia menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang dinilai kurang hadir dalam proses pembinaan akar rumput.

“Kami tetap berangkat dengan segala keterbatasan. Ini bukti bahwa kecintaan terhadap budaya tidak boleh mati hanya karena minimnya perhatian pemerintah,” ujar Tb Ismail saat ditemui di Sekretariat Pendekar Banten Metro, Senin, 30 Maret 2026.

Baca Juga:  Arinal Tebar 70 Ribu Benih Ikan di Dam Raman Metro

Pernyataan paling menukik muncul saat Ismail menyoroti pola komunikasi pemerintah daerah yang dianggap hanya muncul pada momen-momen seremonial atau saat atlet sudah meraih medali.

“Jangan sampai pemerintah hanya hadir saat potong pita atau ketika ada prestasi yang bisa diklaim. Tapi saat pembinaan dan masa-masa sulit perjuangan atlet, justru tidak terlihat,” tegas praktisi hukum tersebut.

Ismail mengungkapkan, selama ini roda organisasi dan biaya latihan atlet disokong secara mandiri oleh para pengurus yang mayoritas merupakan pelaku usaha lokal. Kondisi ini dinilai ironis mengingat seringnya pemerintah menggaungkan slogan pelestarian budaya dan target prestasi daerah.

“Kalau semua beban pembinaan dikembalikan ke organisasi, lalu di mana peran negara? Jangan hanya pandai berslogan dukung budaya, tapi realisasinya nol,” sindirnya pedas.

Baca Juga:  SAKIRA Masjid Al Iman Gedong Meneng Berlanjut, DKM Dorong Pembinaan Akhlak Sejak Dini

Ia mengingatkan bahwa para atlet yang bertanding membawa marwah Kota Metro dan Provinsi Lampung di kancah regional. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ada tanggung jawab fiskal dan moral dari pemerintah daerah.

“Ketika atlet menang, nama daerah ikut harum. Namun saat mereka berkeringat dalam keterbatasan, jangan biarkan mereka berjuang sendirian tanpa dukungan nyata,” pungkasnya.