Potensinews.id – Upaya pencarian terhadap Sugiyo (60), warga yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Way Semuong, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus, memasuki hari kedua pada Rabu, 15 April 2026.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Polsek Wonosobo dan Basarnas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Dalam operasi kemanusiaan ini, personel Polsek Wonosobo Polres Tanggamus bersinergi dengan Pos SAR Tanggamus serta dibantu warga Pekon Simpang Bayur. Tim terus berjibaku menyisir aliran sungai meski dihadapkan pada medan yang sulit.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, S.H., yang memimpin langsung pencarian menjelaskan bahwa penyisiran dilakukan mulai dari titik awal hilangnya korban hingga mencapai muara Sungai Way Semaka di Pantai Sawmil, Pekon Karang Anyar.
“Kemarin tim kembali melanjutkan pencarian terhadap warga yang diduga hilang saat memancing di Way Semuong. Penyisiran kami lakukan secara intensif hingga ke muara sungai Pantai Sawmil,” ujar Iptu Tjasudin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., Kamis, 16 April 2026.
Iptu Tjasudin menambahkan, pencarian hari ini akan diperluas areanya. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat pekon dan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur sungai untuk turut memantau kondisi di sekitar aliran air.
“Kami mengimbau warga di sekitar sungai agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau barang yang berkaitan dengan korban,” tegasnya.
Peristiwa pilu ini bermula saat korban berpamitan kepada anaknya, Agung Widianto (26), untuk memancing pada Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB. Tak lama berselang, hujan deras mengguyur wilayah tersebut yang mengakibatkan debit air sungai meningkat drastis. Hingga malam hari, korban tak kunjung pulang.
Agung yang melakukan pencarian mandiri sempat menemukan jejak tapak kaki yang diduga milik ayahnya di lokasi memancing, sekitar 3 kilometer dari rumah. Keterangan saksi mata, Bibit (55) dan Ardi (30), juga mengonfirmasi sempat melihat korban di area tersebut sebelum debit air naik.
Meski terkendala medan terjal, bebatuan licin, dan akses jalan yang terbatas, tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pencarian hingga korban ditemukan.












